Progres Capai 73%, Proyek Nikel Vale di Kolaka Masuk Fase Operasional

Kolaka, BuletinNews.com – Perkembangan proyek strategis Indonesia Growth Project atau IGP Pomalaa yang digarap PT Vale Indonesia Tbk terus menunjukkan akselerasi signifikan. Setelah hampir satu tahun berada di fase konstruksi, proyek ini kini memasuki tahap transisi menuju fase operasional pada tahun 2026.

Dilansir dari laman resmi PT Vale Indonesia Tbk, hingga Maret 2026, progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 73,4 persen. Capaian ini menandai kesiapan proyek untuk segera memasuki fase produksi yang akan menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

Sejumlah milestone penting telah berhasil dicapai. Salah satunya adalah penjualan perdana bijih nikel atau ore sales yang terlaksana pada Februari 2026. Pencapaian ini menjadi langkah strategis dalam proses derisking proyek, sekaligus validasi kesiapan sistem produksi dan penguatan fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Selain itu, PT Vale Indonesia juga telah merampungkan pembangunan fasilitas persemaian modern atau nursery. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi bibit, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung reklamasi lahan, penghijauan, serta konservasi spesies lokal di Kabupaten Kolaka.

Nursery ini dirancang dengan kapasitas produksi hingga satu juta bibit pohon setiap tahun. Beragam jenis tanaman dikembangkan, mulai dari tanaman cepat tumbuh seperti sengon dan ketapang, tanaman endemik seperti meranti dan kayu besi, hingga tanaman buah dan tanaman hias khas daerah.

Lebih dari sekadar fasilitas pembibitan, nursery ini juga akan difungsikan sebagai pusat edukasi bagi pelajar dan masyarakat untuk mempelajari keanekaragaman hayati di wilayah Kolaka.

Untuk mendukung kesiapan operasional, pembangunan berbagai fasilitas penunjang juga terus dipercepat. Area hunian karyawan atau living area telah mencapai progres 41 persen, dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti asrama, sarana olahraga, tempat ibadah, hingga pusat kegiatan karyawan.

Sementara itu, pembangunan workshop dan office area yang akan menjadi pusat kegiatan operasional perusahaan telah mencapai 57 persen. Fasilitas ini dirancang dengan standar tinggi, dilengkapi peralatan modern dan sistem pendukung yang memadai.

Dalam hal konektivitas, pembangunan akses utama atau main haul road juga terus dikebut. Beberapa ruas jalan bahkan hampir rampung, termasuk jalur utama yang mencapai progres lebih dari 99 persen.

Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, perusahaan juga memastikan aspek lingkungan tetap terjaga. PT Vale Indonesia telah membangun sejumlah sediment pond untuk mengendalikan dampak bukaan lahan, menjaga kualitas air, serta mencegah erosi di sekitar area tambang.

Selain itu, pembangunan jaringan listrik berkapasitas hingga 5 Mega Volt Ampere juga tengah dilakukan untuk mendukung kebutuhan energi di seluruh area proyek.

Dalam pengembangan industri hilir, PT Vale Indonesia juga berkolaborasi dengan mitra strategis, yakni PT Kolaka Nickel Indonesia bersama Huayou. Pembangunan fasilitas Feed Preparation Plant dan High Pressure Acid Leach atau HPAL terus dipercepat, dengan progres keseluruhan mencapai 65,3 persen.

Di sisi lain, komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui program Environmental, Social, and Governance atau ESG. Salah satu implementasinya adalah revitalisasi Pasar Sentral Mekongga di Kolaka sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal.

Program pemberdayaan masyarakat juga terus digencarkan, mulai dari pendidikan kesetaraan bagi warga, pelatihan guru, hingga penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur bor bagi puluhan kepala keluarga di Kecamatan Pomalaa dan Baula.

Melalui berbagai capaian ini, PT Vale Indonesia menegaskan komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan pertambangan berkelanjutan yang memberikan manfaat jangka panjang.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Komentar