
Kolaka, BuletinNews.com – BuletinNews.com – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Senin (18/5/2026). Sedikitnya ribuan warga terdampak dan ribuan rumah terendam di Kabupaten Tapin serta Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Di Kabupaten Tapin, banjir terjadi di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 155 unit rumah terdampak dengan jumlah warga terdampak mencapai 589 jiwa.
Genangan air dilaporkan masih terus mengalami peningkatan hingga Senin malam. Tinggi muka air di sejumlah titik bervariasi dan menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin saat ini terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan langkah penanganan darurat dan pemantauan kondisi di lapangan.
Sementara itu, banjir dengan dampak lebih luas juga terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada hari yang sama. Sejumlah wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Pandawan, Barabai, dan Batu Benawa.
Wilayah yang terdampak antara lain Desa Kayu Jabah, Desa Jaranih, Desa Masiraan, Desa Palajau, Desa Mandingin, Desa Pajukungan, Kelurahan Bukat, Kelurahan Barabai Utara, Barabai Selatan, Barabai Darat, Barabai Timur, Desa Paya Besar, hingga Desa Aluan Besar.
Hasil kaji cepat sementara BPBD mencatat sebanyak 2.489 rumah warga terdampak banjir. Selain itu, genangan juga merendam 12 fasilitas ibadah, 13 fasilitas pendidikan, serta 15 unit perkantoran.
Tinggi muka air di wilayah terdampak berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter. Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas masyarakat dan pelayanan publik di sejumlah titik mengalami gangguan.
BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat ini masih melakukan asesmen lanjutan serta penanganan darurat guna memastikan keselamatan warga terdampak banjir.
Menyikapi masih tingginya curah hujan di berbagai wilayah di Tanah Air yang memicu rangkaian bencana, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi banjir di Kalimantan Selatan, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat.
Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat menyebabkan debit air kembali meningkat.











Komentar