
Kolaka, BuletinNews.com -PT Vale Indonesia Tbk melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar sosialisasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC) bagi masyarakat Desa Ulu Baula, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Selasa (9/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Ulu Baula tersebut menjadi bagian dari program sosial perusahaan dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah operasionalnya.
Perwakilan Manajemen PT Vale IGP Pomalaa, dr. Aditya Hafria Vani, mengatakan kegiatan promosi kesehatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus penyakit saat memasuki musim penghujan.
“Memasuki musim penghujan, potensi peningkatan kasus Demam Berdarah biasanya juga ikut meningkat. Walaupun tahun lalu di Desa Ulu Baula dilaporkan tidak ada kasus, namun upaya pencegahan tetap perlu dilakukan agar kondisi tersebut dapat terus dipertahankan,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi mengenai pencegahan DBD, PT Vale juga menyampaikan materi terkait penanggulangan Tuberkulosis (TBC) sebagai dukungan terhadap program pemerintah yang menargetkan Indonesia bebas TBC pada tahun 2030.
“Kami juga mendukung program pemerintah untuk pemberantasan TBC. Tanpa kampanye dan edukasi yang masif kepada masyarakat, target tersebut tentu sulit tercapai,” kata Aditya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan promosi kesehatan merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang rutin dilakukan perusahaan di wilayah operasional. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan isu kesehatan yang berkembang di masyarakat, seperti TBC, DBD, narkoba, hingga HIV/AIDS.
Camat Baula, Syahrial Darmawan, mengapresiasi langkah PT Vale yang dinilai konsisten memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan, apalagi saat ini kita memasuki puncak musim hujan yang berpotensi meningkatkan kasus DBD,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Ulu Baula, Husnaeni, juga menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat, khususnya kader posyandu dan warga yang hadir, dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit,” katanya.

Dalam pemaparannya, Kepala Puskesmas Baula, Hj. Sukmawati, menjelaskan bahwa DBD merupakan penyakit akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya antara lain demam tinggi selama dua hingga tujuh hari, nyeri kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot, serta munculnya bintik merah pada kulit.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada obat khusus untuk DBD sehingga pencegahan menjadi langkah paling efektif. Ia mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Sementara itu, Health Educator PT Vale, Mokhamad Syifak, menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyerang paru-paru. Penularannya terjadi melalui droplet atau percikan cairan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Ia menyebutkan beberapa gejala umum TBC, seperti batuk lebih dari dua hingga tiga minggu, keringat malam tanpa aktivitas, demam, hingga sesak napas. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Syifak juga menekankan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga ventilasi rumah agar mendapatkan sinar matahari yang cukup, serta tidak merokok di dalam rumah untuk mencegah penularan penyakit.











Komentar