
Menurut Hafirudin, materi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan tentang pertanian organik, tetapi juga membantu petani memahami kondisi lahan dan menentukan langkah pengelolaan yang lebih sesuai.
Head of External Regional & Growth Vale Indonesia, Endra Kusuma, mengatakan pelatihan ekologi tanah merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya petani, agar mampu menerapkan praktik pertanian yang sehat dan berkelanjutan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat kapasitas petani agar semakin mandiri dalam mengelola lahan secara produktif dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pertanian,” ujar Endra.
Ia menjelaskan, program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan mencakup sejumlah bidang, antara lain pertanian, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Program tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Pelatihan ekologi tanah ini merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Vale Indonesia di bidang peningkatan pendapatan riil melalui IGP Morowali. Selain meningkatkan pengetahuan peserta, kegiatan tersebut diharapkan mendorong penyebaran praktik pertanian organik ke petani lain di desa masing-masing.
Tantangan berikutnya adalah menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara konsisten di lahan pertanian. Hasilnya akan bergantung pada kesesuaian teknik dengan kondisi setempat, pendampingan lanjutan, serta kemampuan petani mengembangkan praktik tersebut dalam kegiatan sehari-hari.
Dengan bekal pengetahuan tentang kesehatan tanah, pengomposan, dan pembuatan MOL, para peserta diharapkan dapat mengembangkan pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan sekaligus membagikan pengalaman kepada sesama petani. Upaya ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas petani dan mendukung keberlanjutan pertanian di wilayah Morowali.
PT Vale Indonesia Tbk (“Vale Indonesia” atau “Perusahaan”), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1968. Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia dan memiliki pemegang saham, antara lain, MIND ID, Vale Canada Limited, dan Sumitomo Metal Mining.
Selain menjalankan kegiatan pertambangan dan pengolahan nikel di Sorowako, Sulawesi Selatan, Vale Indonesia mengembangkan proyek-proyek pertumbuhan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Perusahaan menyatakan komitmennya terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, serta tata kelola dalam kegiatan operasional dan pengembangan bisnisnya.






Komentar