
Dalam penanganan gempa NTT, Vale Indonesia menyalurkan kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, dan obat-obatan kepada masyarakat terdampak pada 21 Agustus 2026 atau beberapa hari setelah bencana terjadi.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pelaku usaha sektor energi dan sumber daya mineral dengan Pemerintah RI melalui Kementerian ESDM dalam mendukung penanganan bencana di NTT.
Bantuan Vale Indonesia diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Sementara itu, berdasarkan siaran pers Kementerian ESDM, Program Kementerian ESDM Siaga Bencana mulai bergerak sejak 16 Agustus 2026 atau sehari setelah gempa melanda wilayah tersebut.
Pada akhir Agustus 2026, Kementerian ESDM telah menyiapkan antara lain 48 unit genset untuk fasilitas kesehatan di tujuh kabupaten terdampak. Kemudian, pada 3 September 2026, sebanyak 58 tim dari 78 perusahaan subsektor mineral dan batubara dilaporkan telah dikerahkan ke lapangan dengan dukungan Inspektur Tambang di sejumlah wilayah terdampak.
Kementerian ESDM menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kekuatan utama dalam mempercepat penanganan dampak bencana di NTT. Dukungan sektor ESDM mencakup pengerahan personel dan logistik, layanan kesehatan, serta kebutuhan energi untuk fasilitas vital di wilayah terdampak.
Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan dan organisasi yang terlibat dalam aksi kemanusiaan penanganan gempa NTT. Penyerahannya merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana serta surat Kementerian ESDM tertanggal 16 Agustus 2026 mengenai bantuan bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.






Komentar