
Pemerintah Kabupaten Kolaka mengapresiasi dukungan Vale Indonesia terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Pemerintah daerah menilai kemitraan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat penting untuk memperkuat kapasitas kelompok usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam sambutan Bupati Kolaka Amri Djamaluddin yang disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Kolaka, Arifin Jamal Budi Darma, program PPM disebut sebagai bentuk kemitraan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Program PPM merupakan investasi bersama untuk membangun kapasitas masyarakat,” demikian pesan Bupati yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Berdasarkan data BPS yang dirujuk dalam sambutan Kepala Bappeda, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka pada 2025 mencapai sekitar 6,9 persen. Sektor pertambangan disebut berkontribusi sekitar 53 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) daerah.
Dalam konteks tersebut, pengembangan UMKM, pertanian, dan usaha berbasis potensi desa menjadi bagian penting untuk memperluas sumber penghasilan masyarakat. Pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk pemasaran produk, penguatan kelompok usaha, serta pengembangan pertanian dan pengelolaan lingkungan.
Diversifikasi kegiatan ekonomi dinilai penting agar potensi daerah dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Penguatan usaha masyarakat dapat menjadi salah satu jalan untuk membuka peluang ekonomi di luar kegiatan utama sektor pertambangan.
Selain pameran produk, rangkaian PPM Expo 2026 juga diisi berbagai kegiatan pemberdayaan yang berlangsung pada 10–15 Oktober 2026 di sejumlah desa dan kelurahan.
Kegiatan tersebut mencakup lomba masakan daerah Kolaka, lomba mewarnai untuk anak pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK), pengolahan hasil perikanan, kerajinan daur ulang, serta pengembangan produk olahan kakao.
Sebanyak 50 anak dari keluarga kelompok binaan mengikuti lomba mewarnai bertema lingkungan, keasrian desa, dan pohon kakao. Kegiatan ini turut memperkenalkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.
Di bidang pengelolaan lingkungan, pengurus dan nasabah dari 13 Bank Sampah Unit juga berpartisipasi dalam pengembangan produk daur ulang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.








Komentar