Tak Hanya Tambang, PT Vale Perluas Peluang Ekonomi dan Pendidikan bagi Masyarakat

Vale Indonesia menerima penghargaan atas dukungan terhadap Pekan Expo Koperasi dan UMKM 2026 di Sorowako, Luwu Timur. Foto: PT Vale Indonesia.

Di lingkungan Sorowako, Koperasi Karyawan Vale atau Kopkar Vale menjadi salah satu contoh perkembangan usaha berbasis keanggotaan. Koperasi ini berdiri pada 1979, bermula dari kebutuhan karyawan PT INCO, pendahulu PT Vale Indonesia untuk memperoleh barang kebutuhan pokok di Sorowako.

Dalam perkembangannya, Kopkar Vale menjadi koperasi mandiri dengan lebih dari 1.300 anggota dan menyediakan layanan, antara lain, ritel serta simpan pinjam.

Ketua Kopkar Vale, Muhammad Parawansa Lamude, menekankan pentingnya inovasi dan kemitraan agar koperasi tetap relevan di tengah perubahan ekonomi Sorowako. Menurutnya, koperasi perlu terus berkembang supaya mampu memberikan manfaat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para anggotanya.

Pengalaman Kopkar Vale memberi gambaran bahwa penguatan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan tumbuhnya usaha perseorangan, tetapi juga keberadaan lembaga yang dapat mengorganisasi kebutuhan ekonomi bersama. Namun, koperasi dan UMKM memiliki karakter berbeda sehingga pengembangannya memerlukan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Di wilayah Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, PT Vale Indonesia juga mendukung pendidikan kesetaraan melalui program Paket C.

Penyerahan simbolis ijazah kepada peserta dilakukan di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Kolaka pada 7 Oktober 2026. Program ini menyasar masyarakat dari empat kecamatan, yakni Wundulako, Baula, Pomalaa, dan Tanggetada.

Salah seorang penerima manfaat, Harudin, warga Sabilambo berusia 53 tahun, menyampaikan rasa syukur setelah memperoleh ijazah setara SMA. Ia berharap ijazah tersebut dapat digunakan untuk mencoba melamar pekerjaan.

Penerima lainnya, Nur Hidayatullah, berusia 22 tahun, menilai ijazah Paket C memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti proses melamar pekerjaan dengan kualifikasi pendidikan setara lulusan SMA.

Dukungan tersebut memperlihatkan sisi lain dari pemberdayaan masyarakat. Jika pengembangan UMKM berupaya memperluas kesempatan ekonomi melalui usaha, pendidikan kesetaraan membantu membuka akses terhadap kualifikasi pendidikan yang mungkin sebelumnya belum dapat dituntaskan.

Head of External Relations Regional & Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menyampaikan bahwa dukungan pendidikan merupakan bagian dari upaya membuka ruang kesetaraan bagi masyarakat agar memiliki kesempatan meningkatkan kualitas diri dan membangun masa depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka, Yusrin Jafar, juga mengapresiasi perhatian perusahaan terhadap sektor pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Meski demikian, ijazah bukan jaminan otomatis seseorang akan memperoleh pekerjaan. Dampak program pendidikan akan lebih kuat apabila diikuti kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, memperoleh keterampilan yang relevan, atau mengakses informasi dan peluang kerja.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Komentar