SMPN 1 Kolaka Uji Coba Lima Hari Sekolah, Siswa Pulang Pukul 15.30 Wita

Siswa SMPN 1 Kolaka

Kolaka, BuletinNews.com – SMP Negeri 1 Kolaka mulai melakukan uji coba pembelajaran lima hari sekolah dalam sepekan mulai 4 Oktober 2026. Kebijakan yang direncanakan berlangsung selama satu bulan tersebut diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, pengawasan peserta didik, serta memberikan ruang lebih luas bagi siswa dan guru untuk beraktivitas bersama keluarga pada hari Sabtu.

Penerapan pembelajaran lima hari sekolah itu disampaikan SMP Negeri 1 Kolaka melalui surat kepada orang tua/wali murid tertanggal 2 Oktober 2026. Surat tersebut ditandatangani Kepala SMP Negeri 1 Kolaka, Dakir, S.Pd., M.Si.

Dalam surat tersebut dijelaskan, uji coba pembelajaran lima hari kerja dilaksanakan pada Senin hingga Jumat. Selama penerapan, peserta didik diperkirakan akan pulang lebih lambat dari sebelumnya, yakni sekitar pukul 15.30 Wita.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang dinilai lebih efektif bagi peserta didik.

SMP Negeri 1 Kolaka mencantumkan sejumlah pertimbangan dalam pelaksanaan uji coba tersebut. Salah satunya meningkatkan efektivitas dan konsentrasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.

Dengan jadwal belajar yang lebih terarah selama lima hari, peserta didik diharapkan dapat lebih fokus, berkonsentrasi, dan optimal mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Sekolah juga mempertimbangkan aspek pengawasan dan pendampingan terhadap aktivitas peserta didik. Selama berada di sekolah, guru dapat lebih fokus memantau kegiatan siswa, sedangkan orang tua/wali memiliki kesempatan memberikan pendampingan dan pengawasan ketika anak berada di rumah.

Pertimbangan lainnya adalah mengurangi aktivitas yang dinilai kurang bermanfaat setelah peserta didik pulang sekolah. Pengaturan waktu belajar yang lebih terarah diharapkan membantu siswa menggunakan waktu di luar sekolah secara positif, terarah, dan bertanggung jawab.

Hari Sabtu kemudian diharapkan dapat menjadi ruang yang lebih luas bagi peserta didik dan guru untuk membangun kebersamaan dengan keluarga. Waktu tersebut dapat digunakan untuk berinteraksi dengan keluarga, menyelesaikan aktivitas keluarga, beristirahat, maupun melakukan kegiatan positif lainnya.

Bagi guru, hari Sabtu juga dapat dimanfaatkan sekolah untuk kegiatan pelatihan, pengembangan profesional, evaluasi, serta peningkatan kompetensi tanpa mengganggu jam pembelajaran peserta didik.

Selain itu, penerapan lima hari sekolah diharapkan memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik serta mendampingi peserta didik.

Kepala SMP Negeri 1 Kolaka Dakir, S.Pd., M.Si., melalui surat pemberitahuan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan lima hari sekolah masih dalam tahap uji coba.

Uji coba selama satu bulan akan menjadi bagian dari proses untuk melihat pelaksanaan pola pembelajaran tersebut serta mendapatkan masukan dari orang tua atau wali murid.

Sekolah juga meminta orang tua/wali murid memberikan saran setelah mengikuti pelaksanaan uji coba. Masukan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah menentukan formulasi dan kondisi yang tepat dalam pelaksanaan pembinaan peserta didik selanjutnya.

Dalam surat tersebut, sekolah juga menyatakan bahwa kebijakan telah dibahas dan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka.

Ia berharap perubahan pola belajar ini dapat berjalan dengan baik melalui dukungan, komunikasi, pengawasan, dan kerja sama antara sekolah dengan orang tua/wali murid.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Komentar