
Jakarta, BuletinNews.com – PT Vale Indonesia Tbk membawa praktik pengelolaan sampah berkelanjutan dari Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, ke ajang Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference (Invirotech) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (11/6/2026).
Dalam pameran yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tersebut, PT Vale menampilkan berbagai inovasi pengelolaan sampah sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular dan pengurangan sampah dari sumbernya.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran manajemen perusahaan dan menyambut Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, di booth pameran.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan yakni pengelolaan sampah organik berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF) yang telah diterapkan di komunitas sekitar wilayah operasi PT Vale di Sorowako.
Melalui program Emberisasi yang diluncurkan sejak Desember 2024, PT Vale mendorong pemilahan sampah organik langsung dari rumah. Program yang awalnya melibatkan 100 rumah karyawan di Perumahan Pontada tersebut mampu mengumpulkan rata-rata 100 kilogram sampah organik per hari.
Sampah yang terkumpul kemudian diproses di fasilitas pemilahan (Segregation Plant) dengan kapasitas pengolahan mencapai 12 hingga 15 ton sampah organik dan anorganik per hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 500 hingga 700 kilogram sampah per hari diolah menjadi kompos. Sementara sampah organik lainnya dimanfaatkan sebagai media pakan maggot BSF yang kemudian digunakan sebagai pakan ikan, sehingga menciptakan rantai ekonomi sirkular.
Untuk sampah anorganik bernilai seperti plastik, botol kaca, dan besi bekas, perusahaan menyalurkannya melalui bank sampah dan BUMDes. Hingga saat ini, total donasi sampah terpilah tercatat mencapai sekitar empat ton per tahun.
Bernardus Irmanto mengatakan, praktik yang dibawa ke Jakarta tersebut merupakan hasil implementasi nyata yang telah berjalan di Sorowako.
“Apa yang kami bawa bukan sekadar konsep, tetapi praktik yang sudah berjalan. Dari rumah karyawan, fasilitas pengolahan, hingga pemanfaatan hasil olahan sampah,” ujarnya.
Menurutnya, perusahaan tambang memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi lingkungan melalui inovasi dan kolaborasi bersama masyarakat serta pemerintah daerah.
PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan lingkungan dengan target mencapai nol sampah ke tempat pemrosesan akhir (TPA) pada 2050.






