
Kolaka, BuletinNews.com – Kebakaran melanda lahan perkebunan milik warga di Desa Palewai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Minggu (23/8/2026). Api membakar lahan seluas kurang lebih dua hektare yang lokasinya berada tidak jauh dari permukiman warga.
Personel TNI dari Kodim 1412/Kolaka melalui Koramil 07 Watubangga bersama kepolisian dan masyarakat langsung turun ke lokasi untuk memadamkan api. Penanganan dilakukan dengan cepat karena kobaran api berpotensi merembet ke kawasan permukiman.
Camat Tanggetada, Hamdi Rapiun, mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 10.00 Wita. Berdasarkan informasi yang diterima, api diduga berasal dari tumpukan sampah di lokasi pembuangan sampah liar yang sebelumnya terlihat mengeluarkan asap.
“Api diduga berasal dari tumpukan sampah yang terbakar. Kondisi cuaca panas disertai angin kencang membuat api dan bara dari sampah tertiup hingga mengenai semak belukar di sekitar kebun warga,” kata Hamdi.
Menerima laporan tersebut, Babinsa Koramil 07 Watubangga bersama Bhabinkamtibmas Polsek Watubangga langsung menuju lokasi. Danramil 07 Watubangga, Kapten Inf Sulaiman, bersama Babinsa Desa Tanggetada, Serda Akmal, turut mengoordinasikan upaya pemadaman.
Untuk mempercepat penanganan, Kapten Sulaiman menghubungi petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Watubangga. Bantuan unit pemadam juga didatangkan dari salah satu perusahaan di Kecamatan Pomalaa, PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP).
TNI, polisi, petugas pemadam, dan warga kemudian bekerja bersama memutus pergerakan api agar tidak menjalar ke area yang lebih luas.
Lokasi kebakaran yang berada di sekitar lahan perkebunan dan berdekatan dengan permukiman menjadi perhatian petugas. Kondisi cuaca panas dan angin kencang turut meningkatkan risiko api cepat merambat.
Komandan Kodim 1412/Kolaka, Letkol Inf Choky Gunawan, S.Sos., M.Han., mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika cuaca panas dan angin kencang.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ketika kondisi cuaca panas dan angin kencang,” kata Choky.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat jika menemukan titik api. Menurutnya, kecepatan laporan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas.
“Jika melihat adanya titik api, segera laporkan kepada Babinsa atau aparat terdekat. Jangan menunggu api membesar, karena penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” ujarnya.
Kepala Desa Palewai, H. Basri, turut mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan, terlebih di tengah kondisi musim kemarau.
“Seluruh masyarakat Desa Palewai jangan membakar sampah di sembarang tempat, apalagi sekarang ini musim kemarau,” kata Basri.
Ia menegaskan, pencegahan kebakaran lahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api, terutama di sekitar permukiman dan lahan perkebunan.








