
Kolaka , BuletinNews.com – Komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam mengembangkan proyek hilirisasi nikel di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus menunjukkan kemajuan positif. Hal tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral Mining Industry Indonesia (MIND ID), Tedy Badrujaman, saat melakukan kunjungan langsung ke kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Jum’at (2/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Tedy meninjau sejumlah fasilitas strategis, di antaranya Port Kolaka Nickel Indonesia (KNI) serta area pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pomalaa. Hingga saat ini, berbagai infrastruktur utama telah terpasang, mulai dari struktur awal proses, utilitas pendukung, hingga sistem logistik yang terintegrasi dengan pelabuhan. Capaian ini mencerminkan kesiapan teknis proyek untuk melangkah ke tahap pengembangan selanjutnya secara bertanggung jawab.

Tedy mengaku terkesan dengan percepatan pembangunan fasilitas HPAL PT Vale yang dinilainya mengalami kemajuan signifikan dalam waktu relatif singkat. “Saya cukup surprise melihat perkembangan pembangunan pabrik HPAL ini. Beberapa bulan lalu belum terlihat signifikan, sekarang sudah berdiri beberapa peralatan. Dalam waktu kurang dari setahun, progresnya sudah mendekati setengah,” ujarnya.
Menurutnya, proyek HPAL PT Vale di Pomalaa memiliki nilai strategis bagi Indonesia, terutama dalam mengoptimalkan pemanfaatan bijih nikel limonite yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan cadangan limonite yang besar serta dukungan peralatan dan mitra yang dinilai siap, proyek ini diyakini mampu memperkuat rantai pasok industri nikel nasional. “Dari sisi peralatan dan mitra, saya melihat persiapannya sangat baik. Saya optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target,” tambahnya.

Selain progres fisik, Tedy juga mengapresiasi konsistensi PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik (good mining practices) serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pendekatan kehati-hatian Perseroan, termasuk penghentian sementara aktivitas ketika perizinan belum lengkap, dinilai sebagai bentuk tata kelola yang bertanggung jawab. “PT Vale dikenal konsisten menerapkan praktik pertambangan yang baik. Kepatuhan terhadap aturan merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi,” katanya.
Proyek hilirisasi di IGP Pomalaa merupakan investasi strategis jangka panjang yang dirancang untuk menciptakan nilai tambah nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat daya saing industri nikel Indonesia di pasar global. Seluruh tahapan pengembangan proyek dijalankan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta standar keselamatan dan tata kelola internasional.
Ke depan, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan proyek, kepatuhan administratif, dan disiplin manajemen risiko. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam membangun industri nikel nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global.







Komentar