
Lampung, BuletinNews.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Provinsi Lampung pada Jumat (6/3) sekitar pukul 15.00 WIB memicu banjir di sejumlah daerah, terutama di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan beberapa sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
Berdasarkan hasil kaji cepat Direktorat Koordinasi Operasi dan Pengendalian (Koordalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah terdampak banjir di Kabupaten Lampung Selatan meliputi dua kecamatan, yakni Kecamatan Jati Agung dan Kecamatan Tanjung Bintang.
Di Kecamatan Jati Agung, banjir dilaporkan merendam sejumlah desa dan kelurahan, di antaranya Desa Way Huwi, Kelurahan Way Galih, Desa Karang Sari, Desa Gedung Harapan, Desa Karang Anyar, serta Desa Marga Agung. Data sementara mencatat sebanyak 444 kepala keluarga terdampak banjir dan satu orang dilaporkan hilang. Selain itu, sekitar 444 unit rumah warga ikut terdampak akibat genangan air.
Sementara itu, di Kota Bandar Lampung banjir dilaporkan terjadi di 13 kecamatan dengan sedikitnya 17 kelurahan terdampak. Kecamatan yang dilaporkan mengalami banjir antara lain Sukarame, Tanjung Senang, Enggal, Tanjung Karang Barat, Way Halim, Rajabasa, Tanjung Karang Timur, Tanjung Karang, Sukabumi, Tanjung Karang Pusat, Kedamaian, dan Langkapura.
Adapun kelurahan yang terdampak di antaranya Sukarame Baru, Sukarame, Korpri Jaya, Sukabumi, Way Dadi, Tanjung Senang, Labuhan Dalam, Suka Jawa, Jagabaya, Perumnas, Rajabasa, Sawah Lama, Tanjung Karang, Gotong Royong, Kalibalau Kencana, serta Gunung Terang. Data sementara mencatat satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.
Merespons kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan dan BPBD Kota Bandar Lampung segera berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Lampung untuk melakukan pendataan serta penanganan di lapangan. Tim BPBD Kota Bandar Lampung juga melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.
Selain itu, tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang di kedua wilayah tersebut. Penanganan darurat melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Provinsi Lampung, BPBD Kota Bandar Lampung, BPBD Kabupaten Lampung Selatan, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan terkini pada Jumat (6/3), kondisi banjir di sebagian wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, proses evakuasi warga terdampak serta pendataan kerusakan dan kerugian masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang akan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Saat ini Provinsi Lampung masih berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/683/VI.08/HK/2025 tentang Perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025/2026 yang berlaku sejak 1 Agustus 2025 hingga 27 Juli 2026.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir yang dapat dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Warga di daerah rawan diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar.











Komentar