
Jakarta, BuletinNews.com – PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka memborong 10 penghargaan pada ajang ENSIA Award 2026 yang digelar dengan tema Innovation for Sustainable Business and Resilient Community. Penghargaan yang diumumkan pada 10 September 2026 itu terdiri atas tiga Platinum, satu Gold, dan enam Silver, melalui inovasi di bidang pemberdayaan masyarakat, perlindungan keanekaragaman hayati, serta ekonomi sirkular.
Tiga penghargaan Platinum masing-masing diraih melalui kategori Sosial lewat inovasi Blue Hatchery Teripang, kategori Perlindungan Keanekaragaman Hayati melalui Optimalisasi Tutupan Vegetasi pada Area Revegetasi melalui Inovasi Seedball, serta kategori Peningkatan Kinerja Berkelanjutan melalui Pemanfaatan Scrap Besi sebagai Tempat Sampah Multifungsi.
ENSIA Award 2026 memberikan apresiasi terhadap inovasi perusahaan yang dinilai mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memberikan dampak bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan bisnis.
General Manager PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka, Andik Yudiarto, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama insan ANTAM dengan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
“ Kami meyakini bahwa keberlanjutan membutuhkan kolaborasi. Karena itu, ANTAM akan terus memperkuat sinergi bersama masyarakat, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung perlindungan lingkungan dan keberlanjutan bisnis perusahaan,” ujar Andik Yudiarto.
Menurut Andik, penghargaan tersebut seharusnya menjadi pendorong untuk terus meningkatkan kualitas inovasi, bukan menjadi tujuan akhir.
“Ke depan, kami akan terus membangun budaya inovasi agar setiap program tidak berhenti pada pencapaian penghargaan, tetapi mampu memberikan manfaat yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, maupun perusahaan,” katanya.
Salah satu inovasi ANTAM yang meraih Platinum adalah Blue Hatchery Teripang dalam kategori Sosial. Program tersebut dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam budidaya teripang sekaligus membuka sumber pendapatan alternatif.
Melalui program ini, masyarakat mendapatkan penguatan kapasitas mulai dari pembenihan, pemeliharaan hingga pengembangan usaha. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap hasil tangkapan teripang dari alam.
Kolaka Region, CSR & ER Sub. Division Head PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka, Muhammad Rusdan, mengatakan masyarakat didorong menjadi pelaku utama dalam pengembangan program.
“Blue Hatchery Teripang kami kembangkan dengan pendekatan pemberdayaan. Masyarakat tidak ditempatkan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi didorong menjadi pelaku utama yang memiliki kemampuan untuk mengelola budidaya, mengembangkan usaha, dan menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan,” kata Rusdan.








