Vale Indonesia Dorong Kemandirian Petani Organik di Kolaka melalui Lokakarya PSRLB

Camat Baula, Syahrial Darmawan, mengapresiasi kontribusi Vale Indonesia dalam pengembangan padi organik yang dimulai sejak awal 2022 di Desa Hubonga dan Desa Puuroda, Kecamatan Baula.

Menurut Syahrial, perkembangan selama empat tahun terakhir menunjukkan potensi pertanian organik dalam meningkatkan pendapatan petani sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

“Alhamdulillah, setelah empat tahun kita bisa melihat bagaimana potensi beras organik semakin berkembang dan turut meningkatkan pendapatan petani. Pasarnya sangat baik, tetapi permintaan masih cukup besar sementara ketersediaan stok terbatas,” ujarnya.

Ia berharap pengembangan pertanian organik terus ditingkatkan melalui kerja sama antara perusahaan dan petani, terutama untuk meningkatkan produktivitas serta memenuhi kebutuhan pasar.

Syahrial juga menyebut pemerintah kecamatan turut memfasilitasi komunikasi antara petani dan Vale Indonesia. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan Training of Trainers (ToT) diharapkan dapat memperluas kemampuan petani dalam menerapkan PSRLB.

Dampak perubahan praktik pertanian juga dirasakan Indah, salah satu petani yang mengembangkan pertanian organik. Ia mengaku sempat menghadapi masa transisi ketika mulai meninggalkan penggunaan pupuk kimia.

Namun, melalui ketekunan dan dukungan pelanggan, Indah mulai mengembangkan sumber pendapatan lain dari kegiatan pertanian, termasuk menjual kompos dan tanaman pekarangan.

“Sekarang saya bisa membuat pupuk organik dari bahan yang sebelumnya terbuang menjadi bermanfaat. Saya juga bisa menjual kompos dan tanaman dari pekarangan rumah. Sesuatu yang awalnya tidak menghasilkan, sekarang bisa menjadi sumber pendapatan,” tuturnya.

Komentar