
Jika ditemukan hasil pemeriksaan yang memerlukan perhatian, kader diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada tenaga kesehatan.
Ketua Tim Pelaksana, Megawati, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan kader dalam menggunakan alat kesehatan, tetapi juga mendorong mereka menjadi penggerak kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan kader Posyandu Sabilambo memiliki keterampilan yang lebih baik dalam memanfaatkan teknologi deteksi dini kesehatan serta mampu menjadi penggerak dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala,” kata Megawati.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kemandirian kesehatan keluarga melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang dapat digunakan di lingkungan masyarakat, khususnya Kelurahan Sabilambo.
Di akhir kegiatan, tim dosen pelaksana dari USN Kolaka menyerahkan sejumlah alat kesehatan dasar kepada kelompok Posyandu Sabilambo.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari implementasi pemanfaatan teknologi deteksi dini kesehatan keluarga secara berkelanjutan. Peralatan yang diberikan diharapkan dapat digunakan secara mandiri oleh kader untuk membantu memantau kondisi kesehatan awal masyarakat di Kelurahan Sabilambo.
Ketua Kelompok Posyandu Sabilambo, Erpa Harami, menyambut baik pelatihan dan bantuan peralatan tersebut.
“Pelatihan penggunaan alat kesehatan ini sangat bermanfaat karena peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga dapat mempraktikkan secara langsung penggunaan alat pemeriksaan kesehatan,” ujar Erpa.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas bantuan alat kesehatan dasar yang diberikan kepada Posyandu Sabilambo.
“Dengan adanya alat kesehatan dasar ini, telah menambah perangkat kesehatan Posyandu Sabilambo sehingga kami bisa mempraktikkan langsung kepada warga sehingga pemeriksaan kondisi dini kesehatan lebih mudah dan terjangkau,” katanya.







