
Kolaka, BuletinNews.com – Tim dosen Universitas Sembilanbelas November Kolaka (USN Kolaka) menggelar kegiatan pemberdayaan kemitraan masyarakat bertajuk Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Teknologi Deteksi Dini Kesehatan Keluarga bagi 10 kader Posyandu Sabilambo di Aula Kantor Kelurahan Sabilambo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang didanai melalui Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 itu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dasar serta mengenali faktor risiko penyakit di tingkat keluarga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim dosen USN Kolaka yang diketuai Megawati, S.Si., M.Si., dengan anggota Carla Wulandari Sabandar, S.Si., M.Sc., Yuniarti Ekasaputri Burhanuddin, S.Keb., M.Keb., Iis Afrianty, S.ST., M.Keb., dan Dr. Grace Tedy Tulak, S.Kep., Ns., M.Kep. Tim juga melibatkan mahasiswa Nurfadilla Arsyla, Marsella, dan Raysah Ninda S. Sementara peserta kegiatan terdiri atas 10 ibu-ibu kader Posyandu Sabilambo yang diketuai Erpa Harami.
Dalam pelatihan tersebut, para kader mendapatkan edukasi sekaligus praktik menggunakan sejumlah alat deteksi dini kesehatan sederhana. Alat yang diperkenalkan meliputi tensimeter untuk mengukur tekanan darah, alat pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat, termometer, serta timbangan badan untuk membantu pengukuran indeks massa tubuh (IMT).
Pelatihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemberian materi mengenai pentingnya deteksi dini kesehatan, demonstrasi penggunaan alat oleh tim pelaksana, praktik langsung oleh peserta, hingga pendampingan dan evaluasi.
Peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai fungsi alat, tetapi juga dilatih memahami prosedur dasar pemeriksaan dan pencatatan hasil pengukuran.
Pada praktik penggunaan tensimeter digital, misalnya, kader diberikan pemahaman mengenai posisi tubuh yang tepat saat pemeriksaan, pemasangan manset pada lengan, hingga cara membaca hasil tekanan darah yang muncul pada layar alat.
Setelah demonstrasi, peserta secara bergantian mempraktikkan pemeriksaan dengan didampingi tim pelaksana.
Kader juga mendapatkan pelatihan penggunaan alat pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat. Materi mencakup pengenalan fungsi alat, persiapan pemeriksaan, penggunaan strip, serta cara membaca dan mencatat hasil pengukuran.
Dalam praktik pemeriksaan, peserta juga diarahkan memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan, termasuk penggunaan sarung tangan, masker serta perlengkapan pemeriksaan darah.
Selain memahami penggunaan alat, peserta diberikan informasi mengenai batas normal kadar gula darah, kolesterol dan asam urat. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu kader memberikan informasi awal kepada masyarakat sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
Alat lain yang diperkenalkan adalah termometer untuk mengukur suhu tubuh serta timbangan badan yang dapat digunakan untuk memantau berat badan.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan melihat pentingnya deteksi dini sebagai langkah awal untuk mengenali faktor risiko gangguan kesehatan. Dengan keterampilan tersebut, kader Posyandu Sabilambo diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi awal mengenai kondisi kesehatannya.








