Reklamasi 451 Hektare, ANTAM UBPN Kolaka Raih Sustainable Spark Award 2026

ANTAM UBPN Kolaka meraih The Sustainable Spark Award 2026 kategori Environmental Stewardship atas upaya reklamasi dan konservasi lingkungan. (Dok. ANTAM)

Jakarta, BuletinNews.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka meraih The Sustainable Spark Award 2026 kategori Environmental Stewardship atas komitmennya dalam pengelolaan reklamasi lahan pascatambang dan konservasi lingkungan. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Energy Leadership and Business Conference (ELBC) 2026 di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, pada 30–31 Oktober 2026.

Penghargaan yang diberikan oleh Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan dan pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam penerapan praktik bisnis berkelanjutan, khususnya perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

General Manager PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka, Andik Yudiarto, mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen dan kerja bersama seluruh insan ANTAM dalam menjalankan kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan, khususnya melalui pelaksanaan reklamasi lahan pascatambang dan konservasi ekosistem,” ujar Andik.

Menurutnya, keberhasilan operasional pertambangan tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memulihkan lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Komitmen pemulihan lingkungan ANTAM UBPN Kolaka diwujudkan melalui reklamasi lahan pascatambang yang hingga saat ini telah mencapai 451 hektare.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan telah menanam sebanyak 501.061 pohon dengan tingkat keberhasilan tumbuh sekitar 85 persen berdasarkan hasil pemantauan.

Selain reklamasi, ANTAM juga menjalankan program konservasi untuk menjaga dan memulihkan ekosistem, termasuk kawasan pesisir melalui penanaman mangrove serta penetapan kawasan konservasi di area Bukit TL TM.

Di kawasan Bukit TL TM, reklamasi dilaporkan mencapai tingkat keberhasilan 100 persen. Pemulihan tersebut ditandai dengan tumbuhnya vegetasi dan kembalinya fauna endemik, salah satunya burung enggang Sulawesi.

Keberadaan satwa tersebut menjadi salah satu indikator positif pemulihan habitat dan keseimbangan ekosistem di kawasan reklamasi.

ANTAM UBPN Kolaka terus memperkuat penerapan prinsip good mining practices atau praktik pertambangan yang baik melalui pengelolaan lingkungan secara terencana dan berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan pertambangan berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, serta memperhatikan keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Komentar