
Salmi (54), petani sekaligus penggerak UMKM yang tergabung dalam Asosiasi Petani Organik Kolaka (ASPOK), mengikuti Kriyanusa sebagai bagian dari proses pendampingan yang telah dijalaninya sejak 2021.
Salmi mengenal pengembangan pertanian organik setelah mengikuti program pendampingan di Kabupaten Kolaka. Dari kegiatan yang semula berfokus pada praktik pertanian organik, pengembangan kemudian meluas ke tanaman pangan, hortikultura, serta berbagai produk olahan.
Sejumlah produk yang dikembangkan komunitasnya turut diperkenalkan di Kriyanusa, antara lain beras merah dan beras hitam organik, minuman herbal kunyit asam, teh bunga telang, rengginang, abon ikan, keripik, sambal, hingga biji kakao fermentasi.
“Keikutsertaan kami dalam pameran UMKM membuka mata bahwa masih banyak peluang yang bisa kami kembangkan. Kami senang mendapat kesempatan hadir di Kriyanusa dan memperkenalkan produk yang selama ini kami kembangkan,” tutur Salmi.
Ia mengatakan pendampingan yang diterima tidak hanya berupa peningkatan pengetahuan, tetapi juga dukungan peralatan dan pendampingan secara berkala.
“Awalnya kami belum mengenal pertanian organik. Setelah mendapat sosialisasi dan pendampingan, kami mulai belajar dan mengembangkannya. Kami berterima kasih atas ilmu, peralatan, dan pendampingan yang diberikan kepada para petani,” tambahnya.
Pengalaman serupa dirasakan Ilham (37), pelaku UMKM binaan dari Morowali yang membawa sejumlah produk, seperti teh bunga telang, beras organik, serbuk kunyit asam, bunga rosella, dan virgin coconut oil (VCO).
Menurut Ilham, keikutsertaan dalam pameran berskala nasional memberikan kesempatan bagi produk yang dikembangkan masyarakat untuk menjangkau konsumen dan pasar yang lebih luas.
“Kami berterima kasih karena difasilitasi untuk mengikuti pameran besar seperti Kriyanusa. Bagi kami, kesempatan ini menjadi bagian dari proses yang selama ini dijalani, mulai dari pendampingan hingga produk yang kami hasilkan dapat diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas,” ujar Ilham.
Ia mengatakan program pemberdayaan di wilayahnya telah berjalan sejak 2021 dengan mencakup berbagai komoditas dan produk masyarakat, termasuk beras, sayuran, serta produk herbal.
Produk UMKM binaan yang ditampilkan selama Kriyanusa 2026 mencerminkan keragaman potensi dari wilayah tempat PT Vale hadir.
Pada kategori kriya dan fesyen, produk yang ditampilkan antara lain anyaman lokal, aksesori rajut, kerajinan bercorak budaya Sulawesi, batik, syal, serta kain tenun.
Sementara itu, produk pangan dan herbal mencakup beras organik, kopi, abon ikan, produk kakao, keripik, sambal, VCO, serta berbagai minuman herbal berbahan kunyit, rosella, bunga telang, dan jahe.





