
Wakatobi, BuletinNews.com – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia menutup rangkaian program PPI Dunia Mengabdi 2026 Chapter Sulawesi dengan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 108 meter di pesisir Desa Mola Nelayan Bhakti, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Aksi tersebut berlangsung Kamis sore (30/7/2026), menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ratusan peserta bersama masyarakat setempat terlibat dalam pembentangan bendera di kawasan pesisir yang menjadi tempat bermukim masyarakat Suku Bajo.
Kegiatan itu menjadi penutup rangkaian pengabdian PPI Dunia bersama sejumlah organisasi mahasiswa dan alumni di Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, para peserta menghabiskan beberapa hari berinteraksi dan melaksanakan berbagai kegiatan bersama masyarakat Desa Mola Nelayan Bhakti.
Koordinator PPI Dunia 2025/2026, Andika Ibrahim Nasution, mengatakan Wakatobi memiliki tempat khusus dalam rangkaian program tersebut karena menjadi lokasi pertama pelaksanaan pengabdian PPI Dunia di kawasan pulau terluar Sulawesi.
“Terima kasih kami sudah diterima dengan baik di Wakatobi. Program ini menjadi sejarah karena PPI Dunia berhasil melakukan pengabdian pertama kali di pulau terluar Sulawesi,” ujar Andika.
Pemilihan Desa Mola Nelayan Bhakti sebagai lokasi pengabdian tidak terlepas dari karakter wilayah tersebut yang lekat dengan kehidupan masyarakat Bajo. Selama berada di Wakatobi, para peserta tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat serta mengenal potensi bahari dan budaya setempat.
Kepala Desa Mola Nelayan Bhakti, Derdi, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 108 meter merupakan kegiatan dengan konsep serupa yang pertama kali dilaksanakan di Wakatobi.
“Ini adalah sejarah pertama kali yang dilakukan di Wakatobi,” kata Derdi.

Sementara itu, Steering Committee PPI Dunia Mengabdi 2026 Chapter Sulawesi, Muhammad Awalun Nur Rahmat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Wakatobi untuk dikenal lebih luas oleh mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai daerah maupun luar negeri.
Sebagai putra daerah Sulawesi Tenggara, Rahmat mengaku bangga dapat membawa mahasiswa PPI Dunia hadir dan melakukan pengabdian langsung di daerah asalnya.
“Sebagai putra daerah, tentu ada rasa bangga dan haru bisa membawa teman-teman PPI Dunia hadir dan mengabdi di tanah ini. Wakatobi memiliki kekayaan alam, budaya, dan masyarakat yang luar biasa, khususnya masyarakat Bajo,” tuturnya.
Ia berharap pengalaman selama berada di Wakatobi dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Sulawesi Tenggara untuk terus mengejar pendidikan dan mengembangkan kapasitas diri.
Rahmat juga mendorong generasi muda agar pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat dibawa kembali untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Pembentangan Merah Putih sepanjang 108 meter kemudian menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian PPI Dunia di Wakatobi. Dari kawasan pesisir masyarakat Bajo, kegiatan tersebut sekaligus membawa pesan tentang semangat kebangsaan, pengabdian, dan kecintaan terhadap daerah.
Penulis: Husni Mubarak








