
Jakarta, BuletinNews.com – PT Vale Indonesia Tbk memperoleh fasilitas Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$750 juta dengan opsi tambahan (greenshoe) US$250 juta sebagai bagian dari strategi penguatan keuangan berbasis keberlanjutan.
Fasilitas pinjaman sindikasi ini merupakan yang pertama bagi PT Vale dan didukung oleh 14 bank internasional. Tingginya minat pasar tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 1,7 kali, menandakan kepercayaan kuat terhadap kinerja dan arah strategis perusahaan.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.
“Fasilitas ini menandai langkah penting dalam menyelaraskan pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap nikel untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi, PT Vale dinilai berada pada posisi strategis sebagai produsen dengan intensitas karbon rendah, didukung penggunaan energi terbarukan dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Pinjaman berbasis ESG ini mengacu pada indikator kinerja utama seperti penurunan emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan, yang telah mendapat penilaian “strong” dari lembaga independen dan selaras dengan target Paris Agreement.

Dari sisi penggunaan dana, sekitar 50 persen akan dialokasikan untuk proyek IGP Pomalaa, 30 persen untuk IGP Morowali, dan 20 persen untuk IGP Sorowako Limonite pada 2026. Pendanaan juga akan berlanjut pada 2027 untuk pengembangan proyek dan kerja sama strategis.
Selain itu, PT Vale berkomitmen menyalurkan manfaat finansial dari skema pembiayaan ini ke program pengembangan masyarakat, sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai bersama.











Komentar