
Jakarta, BuletinNews.com – BuletinNews.com – Kementerian Agama Republik Indonesia mengumumkan sebanyak 97.122 guru binaannya dinyatakan lulus program sertifikasi guru angkatan keempat yang prosesnya telah berlangsung sejak 2025.
Dengan capaian tersebut, total guru di bawah naungan Kementerian Agama yang berhasil lulus sertifikasi sepanjang 2025 hingga 2026 mencapai 401.783 orang. Angka ini merupakan akumulasi dari 304.661 guru yang telah lulus pada angkatan pertama hingga ketiga sepanjang 2025.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, mengatakan pengumuman kelulusan ini menjadi kabar baik bagi para guru, terlebih menjelang perayaan Idulfitri.
“Ini menjadi kabar baik menjelang lebaran yang menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi guru dan keluarga,” ujar Amien Suyitno di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, peningkatan jumlah guru yang tersertifikasi tidak hanya menunjukkan peningkatan profesionalitas tenaga pendidik, tetapi juga menjadi bukti komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kesejahteraan guru madrasah dan pendidikan keagamaan.
Sementara itu, Panitia Nasional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kemenag yang juga Direktur Pendidikan Agama Islam, M. Munir, menjelaskan bahwa sertifikasi guru merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kompetensi profesional guru agar memiliki standar yang jelas sekaligus memperoleh pengakuan atas dedikasinya dalam dunia pendidikan.
“Kelulusan 97.122 guru pada angkatan keempat ini juga menegaskan keberpihakan nyata Kementerian Agama terhadap peningkatan kesejahteraan guru. Dengan status tersertifikasi, para guru berhak memperoleh tunjangan profesi guru sesuai ketentuan,” kata Munir.
Ia menambahkan, tunjangan profesi tersebut diharapkan dapat memotivasi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat peran mereka sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Adapun 97.122 guru yang dinyatakan lulus sertifikasi pada 2026 berasal dari 31 bidang studi. Mereka terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, guru madrasah untuk mata pelajaran agama maupun umum, serta guru agama Katolik, Kristen, dan Khonghucu.
Munir menegaskan keberhasilan program sertifikasi ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari unit teknis di lingkungan Kementerian Agama, perguruan tinggi penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga para guru yang mengikuti seluruh tahapan sertifikasi dengan penuh dedikasi.
“Pengumuman kelulusan ini diharapkan menjadi energi baru bagi para guru untuk terus meningkatkan dedikasi, profesionalitas, dan kualitas layanan pendidikan, sekaligus menjadi penguat komitmen pemerintah dalam memuliakan guru sebagai penjaga masa depan bangsa,” pungkasnya.








Komentar