
Program tersebut berfokus pada peningkatan peran masyarakat dalam merespons perubahan ekosistem pesisir dan laut, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan risiko kebencanaan.
Pelaksanaannya menerapkan Ecosystem-Based Approach (EBA), yakni pendekatan yang memanfaatkan fungsi dan jasa ekosistem sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai tantangan lingkungan di kawasan pesisir dan laut.
Implementasi program mencakup pemanfaatan ekosistem terumbu karang, mangrove dan lamun untuk mendukung upaya restorasi serta konservasi. Di sisi ekonomi, program juga mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan dan pemanfaatan produk olahan hasil laut.
Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale, Heriyanto Agung Putra, mengatakan keberlanjutan dampak sosial membutuhkan keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
“Program pemberdayaan yang kuat lahir ketika masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dari proses, bukan sekadar sebagai penerima manfaat. Karena itu, kami terus mendorong pendekatan kolaboratif yang mempertemukan pengetahuan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan berbagai mitra untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan,” ujar Heriyanto.
InTechSEA Awards 2026 mengusung tema “Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future”. Ajang tersebut mempertemukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, akademisi dan para inovator untuk mendorong pengembangan inovasi yang mampu menjawab tantangan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
Proses penjurian melibatkan perwakilan dari berbagai kementerian, lembaga negara, badan riset dan kalangan akademisi, antara lain Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian ESDM, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian UMKM, Komisi Nasional Disabilitas, PT Produksi Film Negara (Persero), BRIN, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri.
Penilaian mencakup aspek keberlanjutan, dampak sosial dan lingkungan, inovasi, serta potensi pengembangan dan replikasi program.
Pencapaian tersebut melanjutkan rekam jejak PT Vale pada penyelenggaraan InTechSEA 2025. Saat itu, perusahaan meraih Platinum Award melalui inovasi Cocogrow untuk konservasi biodiversitas Dengen serta Gold Award kategori Food, Energy and Water melalui program Woliko Berkesan.







