
Konawe, BuletinNews.com – Wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 pada Rabu (1/7/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Tolo dan hingga saat ini belum menimbulkan laporan kerusakan.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 01.25.40 WIB. Episenter berada di laut, sekitar 54 kilometer timur laut Konawe Kepulauan, tepatnya pada koordinat 3,73 Lintang Selatan dan 123,40 Bujur Timur, dengan kedalaman 17 kilometer.
BMKG menjelaskan, lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan gempa tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Naik Tolo.
Hasil pemodelan guncangan (ShakeMap) dan laporan masyarakat menunjukkan gempa dirasakan di wilayah Kendari dan Konawe dengan intensitas II–III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, dan di dalam rumah terasa seperti ada truk melintas.
Meski demikian, hingga laporan ini diterbitkan, belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
BMKG juga menyampaikan bahwa hingga pukul 04.05 WIB, hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. BMKG meminta masyarakat memperoleh informasi kebencanaan hanya melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, media sosial resmi, maupun aplikasi informasi gempa.
Kepala BBMKG Wilayah IV, Dr. Nasrol Adil, S.Si., MT, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik serta mengikuti informasi resmi yang terus diperbarui oleh BMKG.
Sumber: BMKG Stasiun Geofisika Kendari








