
Kolaka, BuletinNews.com – Proyek Indonesia Growth Project Pomalaa (IGP Pomalaa) yang dikembangkan PT Vale Indonesia Tbk terus menunjukkan perkembangan signifikan memasuki awal tahun 2026. Hingga Februari 2026, total progres pembangunan proyek strategis tersebut telah mencapai 62 persen.
Capaian tersebut ditandai dengan rampungnya sejumlah infrastruktur vital, di antaranya North Access Road (NAR), Gedung Main Construction Office, serta fasilitas persemaian modern berkapasitas satu juta bibit pohon. Fasilitas persemaian ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Selain itu, pembangunan berbagai fasilitas penunjang lainnya juga terus dipercepat. Living Area atau Operation Camp saat ini telah mencapai progres 41 persen. Sementara itu, Workshop dan Office Area tercatat telah mencapai 57 persen.
Dalam pengembangan fasilitas utama proyek, PT Vale Indonesia juga menjalin kolaborasi strategis bersama mitra Huayou melalui Kerja Sama Nickel Industry (KNI). Pembangunan di area Feed Preparation Plant dan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) masing-masing telah melampaui progres 36 persen.

Manajemen PT Vale Indonesia menyampaikan bahwa setiap tahapan proyek dilaksanakan dengan mengedepankan standar keselamatan kerja, efisiensi operasional, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara ketat.
“Setiap bagian dari proyek ini mencerminkan dedikasi kami terhadap keberlanjutan. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keselamatan dan komitmen ESG,” tulis manajemen PT Vale Indonesia dalam keterangan resminya.
Melalui percepatan pembangunan IGP Pomalaa, PT Vale Indonesia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pertumbuhan industri yang ramah lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat di Kabupaten Kolaka dan sekitarnya.
Perusahaan optimistis proyek ini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam mendukung hilirisasi industri nikel nasional serta mendorong transisi menuju ekonomi hijau di Indonesia.











Komentar