
Kolaka, BuletinNews.com – Tamalaki Kongga Momea (TKM) Sulawesi Tenggara sukses menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) X Angkatan Silea yang berlangsung pada 16–18 Januari 2026 di Kelurahan Silea, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak kader pemimpin muda yang berkarakter, berwawasan adat, serta mampu bersinergi dengan pemerintah dan aparat negara.
Diksar X mengusung tema “Menciptakan Kader Pemimpin yang Cerdas dan Mampu Menjadi Kesatria Demi Menjaga dan Melestarikan Adat dan Budaya Tolaki”. Tema tersebut dipilih sebagai upaya memperkuat pemahaman calon anggota baru terhadap tata kelola organisasi, hukum adat, hukum negara, serta nilai-nilai budaya Tolaki yang menjadi jati diri Tamalaki Kongga Momea.
Ketua Panitia Diksar X, Jefri, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 67 peserta yang diproyeksikan sebagai calon kader pemimpin dan regenerasi kepengurusan TKM Sultra ke depan. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh struktur kepanitiaan yang solid, dengan Rahmat Latumbi sebagai Sekretaris dan Jasman (Om Pou) sebagai Bendahara, serta bidang-bidang pendukung lainnya.
Dalam rangka memperkuat materi pembekalan, panitia menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi, di antaranya Dr. H. Muh. Sabaruddin Sinapoy, SH., MH, yang membawakan materi tentang pandangan hukum adat dan hukum bernegara, serta Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A, pengurus inti Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sultra sekaligus Guru Besar/Dosen Universitas Halu Oleo (UHO), yang menyampaikan materi mengenai sejarah Tolaki, budaya Tolaki, serta eksistensi Tamalaki dalam berorganisasi.

Kegiatan ini juga berada dalam pengawasan dan penanggungjawaban langsung jajaran pimpinan organisasi, mulai dari Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Dewan Pendiri, Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Panglima, hingga para ketua DPD dan Otobu Tamalaki Kongga Momea di berbagai wilayah.
Ketua Umum Tamalaki Kongga Momea Sulawesi Tenggara, Soni, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Diksar X Angkatan Silea. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan fondasi penting dalam menjaga kesinambungan organisasi dan pelestarian adat Tolaki.
“Diksar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi proses pembentukan karakter kader Tamalaki agar memiliki jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, serta pemahaman mendalam tentang adat, budaya, dan hukum. Kami berharap peserta mampu menjadi kesatria adat yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan daerah,” ujar Soni.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi adat dengan pemerintah serta TNI-Polri sebagai bagian dari komitmen menjaga persatuan dan ketertiban sosial di Sulawesi Tenggara.
Dengan berakhirnya Diksar X Tamalaki Kongga Momea Sultra Angkatan Silea, pengurus inti TKM Sultra menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan tersebut.










Komentar