
Kolaka, BuletinNews.com – Kebijakan melepas sepatu sebelum memasuki ruang kelas di SDN 1 Sabilambo, Kabupaten Kolaka, menuai sorotan dari pihak keluarga siswa. Rahma, kerabat salah seorang siswa kelas IV, mengaku kecewa setelah keponakannya kehilangan sepatu di lingkungan sekolah pada Kamis, 25 Februari 2026.
Kepada BuletinNews.com, Kamis (5/3/2026), Rahma menyampaikan bahwa dirinya tidak mempersoalkan aturan yang dibuat sekolah. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut harus diiringi dengan rasa tanggung jawab apabila terjadi kerugian terhadap siswa.
“Setiap hari siswa diwajibkan membuka sepatu sebelum masuk kelas dan menyimpannya di tempat yang telah disediakan di luar ruangan. Aturan itu sudah menjadi kebiasaan. Tapi saat pulang sekolah, keponakan saya tidak menemukan lagi sepatunya,” ujarnya.
Ia menuturkan, keponakannya sempat mencari sepatu tersebut di sekitar kelas dalam kondisi kaki telanjang, meski sedang menjalankan ibadah puasa. Rahma juga menyayangkan tidak adanya teguran atau perhatian dari guru saat melihat siswa berada di lingkungan sekolah tanpa mengenakan sepatu.
Setelah kejadian itu, orang tua siswa menyampaikan informasi kehilangan melalui grup WhatsApp kelas. Salah satu guru, kata Rahma, membalas pesan dengan menyampaikan bahwa pihaknya akan menanyakan kepada siswa lain siapa yang kemungkinan menyembunyikan sepatu tersebut.
Namun sudah sepekan berlalu, keluarga mengaku belum menerima informasi lanjutan terkait keberadaan sepatu yang hilang. “Kami tidak terlalu berharap sepatu itu ditemukan. Yang kami harapkan ada empati dan rasa tanggung jawab dari pihak sekolah, setidaknya komunikasi atau klarifikasi kepada orang tua,” tuturnya.
Rahma berharap pihak sekolah melakukan evaluasi terhadap aturan melepas sepatu sebelum masuk kelas guna mencegah kejadian serupa. Ia juga meminta adanya peningkatan penanaman nilai tanggung jawab kepada siswa agar tidak bercanda secara berlebihan, termasuk menyembunyikan atau mengambil barang milik teman.











Komentar