
Mubar, BuletinNews.com – Kekeringan mulai berdampak serius terhadap lahan pertanian di Desa Kasimpa Jaya, Kecamatan Tiworo Selatan, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara. Sebanyak 44 hektare tanaman padi dipastikan puso atau gagal panen akibat kekurangan pasokan air.
Kondisi tersebut diketahui saat Bupati Muna Barat La Ode Darwin meninjau langsung area persawahan warga, Rabu (12/8/2026). Dari total 85 hektare sawah aktif di desa tersebut, hanya 41 hektare yang masih diupayakan untuk diselamatkan.
Pemkab Mubar berencana menyiapkan bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan mesin pompa air. Pompa tersebut akan digunakan mengalirkan air ke lahan pertanian yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.
Darwin mengatakan keterbatasan air menjadi persoalan utama yang dihadapi petani setiap musim kemarau. Sebagian lahan persawahan di Kasimpa Jaya masih mengandalkan curah hujan karena belum seluruhnya didukung jaringan irigasi yang memadai.
“Untuk di Desa Kasimpa Jaya ini, ada sekitar 85 hektare sawah aktif. Yang dipastikan gagal panen atau puso itu ada 44 hektare tidak terselamatkan,” kata Darwin.
Menurutnya, kekeringan hampir terjadi setiap tahun di wilayah tersebut. Namun, kondisi pada tahun ini dinilai paling parah sehingga berpotensi mengganggu produksi beras di Kabupaten Muna Barat.
“Kejadian seperti ini ternyata hampir setiap tahun. Namun, tahun ini yang paling parah. Tentunya ini sangat mengganggu maksimalisasi produksi beras kita di Kabupaten Muna Barat,” ujarnya.
Selain melakukan penanganan di lapangan, Pemkab Mubar akan melaporkan kondisi kekeringan tersebut kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Langkah itu ditempuh untuk mendapatkan dukungan dalam menangani dampak kekeringan terhadap lahan pertanian masyarakat.
“Mulai hari ini, kita laporkan kejadian kekeringan sawah ini kepada Bapak Mentan RI, Amran Sulaiman,” kata Darwin.
Penulis: Husni Mubarak








