
Bombana, BuletinNews.com – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Kesehatan Bombana, Selasa (19/5/2026). Massa aksi menuntut pemerintah daerah segera memperbaiki kesejahteraan tenaga kesehatan yang dinilai masih jauh dari layak.
Aksi tersebut diikuti berbagai organisasi profesi kesehatan, di antaranya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), PATELKI, PERSAGI, PAPI, PAEI, IAI hingga PTGMI.
Dalam orasinya, para demonstran menyoroti ketimpangan penghasilan antara tenaga kesehatan non dokter dengan profesi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah.
“Beban kerja kami sama, tetapi dokter bisa menerima Rp9 juta, sementara kami hanya Rp750 ribu. Itu tidak manusiawi,” teriak salah seorang orator di hadapan massa aksi.
Para tenaga kesehatan menilai selama ini mereka menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, namun kesejahteraan dan perlindungan kerja masih minim perhatian.
Salah satu perwakilan demonstran, Supriadi, mengatakan tenaga kesehatan bekerja tanpa mengenal waktu demi pelayanan masyarakat, tetapi hak-hak dasar mereka belum terpenuhi.
“Kami berdiri di garis depan menjaga nyawa masyarakat, tetapi kesejahteraan kami masih diabaikan. Dengan gaji Rp750 ribu, bagaimana kami memenuhi kebutuhan keluarga di tengah biaya hidup yang terus meningkat,” ujarnya.
Selain menuntut kenaikan penghasilan, massa aksi juga menyampaikan tujuh tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Bombana. Tuntutan tersebut meliputi evaluasi skema penggajian tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, pemerataan distribusi tenaga kesehatan, percepatan kepastian status tenaga honorer dan PPPK paruh waktu, hingga jaminan perlindungan kerja bagi seluruh tenaga kesehatan.
Massa juga meminta peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan serta pembukaan ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan organisasi profesi terkait kebijakan kesejahteraan tenaga kesehatan.
Dalam aksi tersebut, tenaga kesehatan dari wilayah kepulauan turut menyampaikan keluhan terkait minimnya fasilitas pendukung pelayanan kesehatan, termasuk ambulans laut untuk rujukan pasien.
“Kami di wilayah kepulauan mempertaruhkan nyawa saat merujuk pasien. Ambulans laut sampai sekarang belum tersedia,” ujar salah seorang peserta aksi.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Fatmawati Rinambo, S.ST., M.Kes, menemui massa aksi dan menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan tenaga kesehatan.
“Kami mengapresiasi aksi damai ini dan akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan teman-teman tenaga kesehatan,” kata Fatmawati.
Ia juga mengaku segera berkoordinasi dengan Bupati Bombana untuk membahas tuntutan para tenaga kesehatan tersebut.
“Insya Allah dalam waktu dekat akan kami komunikasikan dengan pimpinan daerah,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah demonstran mengaku kecewa karena tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan melalui surat resmi belum mendapat respons konkret dari pemerintah daerah.
Massa aksi menegaskan akan kembali melakukan aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.







Komentar