
Kolaka, BuletinNews.com – Pu’uno Tamalaki Wonua Mekongga (PTWM) sukses melaksanakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diksar) ke-II yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (11/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026). Kegiatan tersebut digelar di Bendung Kolumba, Kelurahan Balandete, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Diksar ini menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memperkuat nilai-nilai budaya lokal, khususnya budaya Tolaki Mekongga, di tengah arus perubahan zaman dan globalisasi. Melalui kegiatan tersebut, PTWM menyerukan pentingnya memperkuat jiwa mepokoaso (persatuan) serta menerapkan budaya transparansi dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua PTWM, Suwanto, S.Kep, mengatakan bahwa Diksar yang dilaksanakan berbasis kultur Tolaki Mekongga dengan fokus pada pelestarian adat dan budaya.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan melestarikan budaya Tolaki Mekongga, tetapi juga sebagai wadah pendidikan dan pelatihan bagi kader agar mampu menjaga nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PTWM, Hasrin Dundu, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya lokal, tetapi juga menjunjung tinggi sikap saling menghormati terhadap budaya lain.
“Ormas ini bercita-cita menjaga dan melestarikan budaya Tolaki Mekongga sekaligus menghormati budaya lain. Kami menekankan kualitas kader agar mampu menjaga harkat dan martabat suku Tolaki Mekongga,” katanya.
Sekretaris Jenderal PTWM, Joko Laksono, S.AP, menambahkan bahwa nilai toleransi antar umat beragama juga menjadi bagian penting dalam pembinaan kader organisasi.
“Kami terus mendorong kerukunan antar umat beragama tanpa diskriminasi. Ini menjadi modal utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan di Wonua Mekongga,” jelasnya.
Kegiatan Diksar II PTWM berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang berintegritas, berbudaya, serta memiliki komitmen dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat.






Komentar