
Morowali, BuletinNews.com – PT Vale Indonesia Tbk terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. Hingga Juli 2026, pembangunan infrastruktur tambang, pelabuhan, hingga fasilitas hilirisasi nikel terus mengalami perkembangan sebagai bagian dari upaya memperkuat industri nikel nasional dan mendukung program hilirisasi pemerintah.
Sejumlah capaian strategis berhasil diraih sepanjang semester pertama 2026. Pada sektor infrastruktur tambang dan pelabuhan, pembangunan fase pertama telah rampung 100 persen. Fasilitas yang telah selesai dibangun meliputi nursery, overpass, port office, jetty, work office compound, gate, serta jalan tambang yang menjadi penunjang utama operasional.
Rampungnya pembangunan tahap awal tersebut menjadi fondasi penting bagi dimulainya aktivitas produksi secara bertahap di kawasan IGP Morowali.
Memasuki fase kedua, progres pembangunan hingga Juli 2026 telah mencapai 28,83 persen. Tahapan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas operasional guna mendukung kebutuhan produksi di masa mendatang.
PT Vale juga melanjutkan pembangunan Hauling Road 134 yang akan menghubungkan Bahodopi Blok 1 dengan Blok 2 dan Blok 3. Jalan angkut tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas kawasan tambang sekaligus mempercepat distribusi material hasil penambangan.
Selain itu, perusahaan memperluas ore stockpile untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan material serta memperkuat stabilitas operasional. Di sektor logistik, kapasitas jetty juga ditingkatkan agar mampu melayani pengiriman bijih nikel dalam volume yang lebih besar dengan proses yang lebih efisien.
Tak hanya berfokus pada pengembangan infrastruktur, PT Vale juga membangun fasilitas dormitory sebagai hunian bagi karyawan di kawasan operasional. Fasilitas tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan mendukung produktivitas pekerja.
Hasil pengembangan proyek mulai terlihat dari capaian produksi. Selama Semester I 2026, IGP Morowali berhasil mencatat produksi sebesar 2 juta ton ore mined, yang menjadi tonggak penting dalam peningkatan kapasitas operasional perusahaan.
PT Vale menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh karyawan, mitra kontraktor, dan para pemangku kepentingan yang terus menjaga produktivitas serta mengedepankan budaya keselamatan kerja.
Perusahaan juga terus memperkuat penerapan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas dengan meningkatkan peran tenaga kerja perempuan di berbagai bidang operasional.
Sementara itu, pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) di kawasan hilirisasi Sambalagi juga terus berjalan. Hingga Juli 2026, progres konstruksi telah mencapai 35 persen dan ditargetkan selesai pada awal 2027. Saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian fondasi dan struktur pendukung sebagai persiapan menuju tahap konstruksi berikutnya.








