PT Vale dan Stakeholder Hijaukan SMKN 9 Kolaka di Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa gelar penanaman puluhan pohon di SMKN 9 Kolaka

Kolaka, BuletinNews.com – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menanam puluhan pohon di lingkungan SMKN 9 Kolaka, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut bertema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Pemerintah Kecamatan Pomalaa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, Pemerintah Desa Pesouha, mitra kerja dan kontraktor PT Vale, hingga guru dan siswa SMKN 9 Kolaka.

Manager Environment & Operational Permit Pomalaa PT Vale, Firman Gunawan, mengatakan aksi penghijauan tersebut merupakan bentuk kontribusi sosial perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan di luar area operasional tambang.

Menurutnya, PT Vale tidak hanya menjalankan kewajiban revegetasi di wilayah internal tambang, tetapi juga berupaya memperluas manfaat pelestarian lingkungan kepada masyarakat sekitar melalui penanaman pohon di area publik.

“Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup ini, kami ingin berkontribusi lebih luas dengan menanam pohon di luar area tambang, khususnya di lingkungan masyarakat. Tujuannya untuk bersama-sama mengampanyekan pelestarian lingkungan dan menjaga kondisi iklim di sekitar wilayah tempat kita bekerja dan tinggal,” kata Firman.

Ia menegaskan, aksi penghijauan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung upaya pengendalian perubahan iklim sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, Marsukat Triadi mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai penanaman pohon menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan pembukaan lahan untuk aktivitas ekonomi.

Marsukat menjelaskan, pemerintah dan perusahaan memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, termasuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi kawasan permukiman maupun pertanian warga.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah dan perusahaan agar aktivitas usaha tetap berjalan, namun iklim dan lingkungan tetap terjaga,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marsukat juga mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga. Ia menekankan pentingnya memisahkan sampah organik dan anorganik agar lebih mudah dikelola dan didaur ulang.

Menurut dia, sampah plastik masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian serius karena jumlahnya terus meningkat dan sulit terurai.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *