
PT Vale juga memberikan hibah alat kesehatan yang sebelumnya dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Koordinasi dilakukan untuk memastikan bantuan sesuai kebutuhan prioritas dan tidak terjadi tumpang tindih dengan pengadaan yang menggunakan APBD.
Sementara itu, Direktur RSUD Benyamin Guluh, dr. Julianita, Sp.THT, mengatakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi rumah sakit tersebut.
Saat ini terdapat sekitar 300 perawat yang bertugas di RSUD Benyamin Guluh. Rumah sakit tersebut juga menjadi salah satu fasilitas rujukan regional yang melayani masyarakat dari Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur hingga Bombana.
Dengan cakupan pelayanan yang luas dan tingginya kasus kegawatdaruratan, kemampuan tenaga kesehatan dalam merespons kondisi darurat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada pasien.
“Kasus kegawatdaruratan yang masuk ke rumah sakit cukup banyak, sehingga peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk menunjang kualitas pelayanan kepada pasien,” ujar Julianita.
Ia menilai dukungan PT Vale melalui pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia membantu tenaga kesehatan memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan tanpa dikenakan biaya pelatihan.
Ke depan, PT Vale juga merencanakan pelatihan Advanced Trauma Life Support (ATLS) dan BTCLS Batch III pada November 2026.








