Perkuat Logistik dan Hilirisasi, Batu Bara Jadi Kunci Kemandirian Energi Nasional

Aktivitas produksi batu bara di kawasan Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Foto dok. PT Bukit Asam Tbk

BuletinNews.com – Pemerintah terus memperkuat strategi hilirisasi batu bara dan integrasi logistik energi sebagai fondasi utama menuju kemandirian energi nasional. Langkah ini dinilai krusial di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik serta ketidakpastian pasokan global dalam beberapa tahun terakhir.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan hilirisasi sebagai instrumen utama transformasi ekonomi dan energi nasional dalam periode 2024–2026. Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan beralih menjadi negara industri berbasis sumber daya alam.

Salah satu fokus utama hilirisasi adalah pengolahan batu bara menjadi produk bernilai tambah seperti Dimethyl Ether (DME), Synthetic Natural Gas (SNG), dan metanol. Produk-produk tersebut diproyeksikan menjadi substitusi energi impor, khususnya LPG yang saat ini sekitar 80 persen masih dipenuhi dari luar negeri.

Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia Rakhmad Dewanto menyatakan bahwa penguatan logistik energi menjadi faktor penentu dalam menjaga keandalan pasokan nasional. Menurutnya, kebutuhan energi listrik diproyeksikan tumbuh rata-rata 5,3 persen per tahun hingga 2034.

“Penguatan integrasi logistik batu bara, gas, dan bioenergi menjadi kunci untuk memastikan pasokan energi primer yang efisien dan berkelanjutan,” ujar Rakhmad dalam forum logistik energi di Tangerang, Kamis (27/11/2025).

PLN EPI saat ini mengelola hampir 100 juta ton batu bara per tahun, disertai distribusi gas hingga 1,4 miliar kaki kubik per hari dan pengembangan infrastruktur LNG di berbagai wilayah Indonesia. Sistem distribusi berbasis hub and spoke atau virtual pipeline gas nasional juga mulai diterapkan untuk menjangkau kawasan industri di luar Jawa.

Di sisi hilirisasi, sinergi antar-BUMN terus diperkuat. MIND ID bersama Pertamina mengembangkan proyek strategis pengolahan batu bara menjadi DME sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan impor energi.

Kereta angkutan batu bara melintas di jalur Tanjung Enim–Tarahan, Sumatera Selatan. Foto dok: PT Bukit Asam Tbk

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin menegaskan bahwa hilirisasi merupakan strategi jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional.

“Kolaborasi ini bertujuan memperkuat struktur industri dalam negeri sekaligus memastikan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan,” katanya dalam acara penandatanganan kerja sama pengembangan strategis penguatan rantai mineral, batu bara, dan energi nasional di Jakarta, Jum’at (09/01/2026).

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai anggota MIND ID menjadi salah satu motor utama dalam pengembangan hilirisasi. Perusahaan ini menggarap proyek gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail menyebut proyek tersebut tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat kedaulatan energi.

“Ini adalah langkah konkret untuk mengurangi impor LPG, sekaligus menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja,” ujarnya pada acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase II, Kamis (29/04/2026).

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Komentar