Krisis Air Melanda Sawah di Bombana, Puluhan Hektare Terancam Gagal Panen

Kondisi lahan persawahan di Kampung Adat Hukaea Laea, Dusun III, Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya, Bombana, mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air. (Dok: istimewa).

Bombana, BuletinNews.com – Krisis air mulai mengancam lahan pertanian warga di Kampung Adat Hukaea Laea, Dusun III, Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Debit sungai yang selama ini menjadi sumber irigasi menurun drastis sehingga petani kesulitan mengairi sawah.

Dari sekitar 400 hektare lahan potensial, baru sekitar 200 hektare yang dapat digarap. Sementara 40 hingga 50 hektare lahan yang telah siap tanam terpaksa dibiarkan karena tidak mendapat pasokan air.

Kondisi tersebut membuat petani terancam mengalami kerugian setelah mengeluarkan biaya untuk mengolah lahan. Salah seorang petani, Jumahir, mengatakan biaya sewa alat berat atau jonder untuk mengolah sawah mencapai sekitar Rp1,3 juta per hektare.

“Lahan yang sudah dijonder dibiarkan saja karena kekeringan. Biaya sudah keluar, tapi kepastian produksi tidak ada,” kata Jumahir, Kamis (13/8/2026).

Petani yang telah menanam padi kini hanya mengandalkan hujan dan mesin pompa atau Alkon. Namun, menyusutnya debit sungai membuat penggunaan pompa semakin sulit dilakukan.

Petani lainnya, Bahrun, mengatakan kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap tanaman yang sudah ditanam. Jika pasokan air tidak segera tersedia, tanaman padi berpotensi mengalami kerusakan sebelum memasuki masa panen.

“Petani di sini hanya berharap hujan. Saluran swadaya tidak bisa digunakan karena debit sungai terputus. Yang sudah menanam mengandalkan Alkon, tapi itu pun tidak menjamin padi bisa selamat,” ujarnya.

Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menyediakan sumber air alternatif. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan irigasi selama debit sungai menurun.

“Yang sangat kami harapkan sekarang bantuan pemerintah, seperti pengadaan sumur bor. Itu yang sangat kami butuhkan untuk petani di sini,” tegas Jumahir.

Penulis: Husni Mubarak

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga: