
Kolaka, BuletinNews.com – Ketua DPRD Kabupaten Kolaka, I Ketut Arjana, S.E., menghadiri acara peresmian Commercial Operation Date (COD) Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Kolaka berkapasitas 25 Megawatt (MW) yang digelar pada Sabtu, 31 Januari. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan serta mendukung penyediaan energi berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Kolaka.
Pengoperasian PLTG Kolaka secara resmi dilakukan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua. Pembangkit ini kini siap beroperasi secara komersial untuk memperkuat pasokan listrik yang stabil bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan program hilirisasi industri yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sultra.
Wagub Hugua menegaskan bahwa kehadiran PLTG Kolaka memiliki peran vital dalam menopang pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, seluruh potensi hilirisasi, baik di sektor agroindustri, perikanan, perkebunan, maupun pertambangan, tidak akan berkembang optimal tanpa dukungan pasokan listrik yang andal.
“Kami mengapresiasi beroperasinya PLTG Kolaka. Energi yang andal sangat dibutuhkan untuk mendukung hilirisasi industri di berbagai sektor yang sedang kita kembangkan,” ujar Hugua saat peresmian.
PLTG Kolaka diharapkan mampu menjamin akses kelistrikan yang lebih stabil, sekaligus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Bumi Wonua Uluanda. Pasokan listrik yang memadai dinilai menjadi kunci untuk menarik investasi serta mempercepat pengembangan industri, termasuk hilirisasi nikel menjadi produk turunan seperti feronikel dan bahan baku baterai kendaraan listrik.
Bupati Kolaka, Amri, turut menyambut positif pengoperasian pembangkit ini. Ia berharap kehadiran PLTG Kolaka dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal serta peningkatan kesejahteraan.
“Kami berharap PLN terus bersinergi dengan program-program Pemerintah Kabupaten Kolaka agar manfaat PLTG ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Amri.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Ediyansyah, menyampaikan bahwa proyek strategis nasional ini berhasil diselesaikan dengan catatan zero accident atau nihil kecelakaan kerja. Capaian tersebut mencerminkan komitmen tinggi PLN terhadap keselamatan kerja dan kualitas pelaksanaan proyek.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak, dengan tujuan menghadirkan layanan listrik yang andal dan aman bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Ediyansyah.











Komentar