
Kolaka, BuletinNews.com – Video antrean panjang warga untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial Facebook, Kamis (21/5/2026). Video tersebut diunggah ulang oleh akun Facebook Adnan dari grup Sultra Info dan menuai beragam komentar dari warganet.
Dalam video berdurasi singkat itu, tampak puluhan warga mengantre di salah satu pangkalan gas untuk memperoleh elpiji subsidi. Seorang warga yang mengaku berasal dari Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, mengeluhkan kelangkaan gas melon di wilayahnya sehingga terpaksa mencari hingga ke desa lain.
“Masak kita ini dari Pesouha datang di tempat lain, sedangkan di Pesouha ada tiga pangkalan. Ke mana semua tabung gas itu,” ujar pria dalam video tersebut.
Ia juga menyoroti dugaan penyaluran gas elpiji subsidi yang tidak tepat sasaran. Menurutnya, sebagian gas diduga dijual kembali oleh oknum pedagang dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Sekarang dijual Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per tabung. Mati masyarakat kalau begini,” keluhnya.
Warga mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Kondisi itu diperparah dengan harga yang terus melambung di tingkat pengecer.
Dalam rekaman video, warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk mengatasi kelangkaan serta mengawasi distribusi gas subsidi agar tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kelangkaan gas melon di wilayah Kecamatan Pomalaa maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.






Komentar