
Kolaka, BuletinNews.com – Petani muda asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Muhammad Iqbal Saman, berhasil masuk dalam jajaran Top 50 DPD RI Awards 2026 bidang ketahanan pangan. Ia terpilih berkat dedikasi dan karya nyata dalam mengembangkan inovasi pertanian sekaligus memberdayakan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan pertanian.
Iqbal menjadi salah satu dari 50 kandidat yang bersaing bersama sejumlah figur dari berbagai daerah, termasuk kepala daerah, akademisi dan petani muda berprestasi nasional. Proses seleksi 50 besar dilakukan secara daring oleh Sekretariat Jenderal DPD RI bersama Dewan Pakar independen.
Setelah pengumuman 50 besar, tahapan seleksi selanjutnya berlanjut menuju 10 besar hingga 3 besar yang dijadwalkan pada 25 September 2026. Pada babak final yang mencakup awarding dan wawancara mendalam, kandidat terpilih akan diundang langsung ke Jakarta untuk mengikuti penilaian akhir sekaligus menghadiri Malam Penganugerahan.
Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Selasa (15/9/2026), Iqbal mengatakan pencapaian tersebut menjadi apresiasi sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan edukasi dan pemberdayaan di bidang pertanian.
“Bagi saya, masuk dalam Top 50 DPD RI Awards 2026 menjadi sebuah apresiasi sekaligus motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat melalui bidang pertanian. Apa yang kami lakukan selama ini bukan hanya tentang budidaya, tetapi bagaimana pengetahuan dan keterampilan pertanian bisa ditularkan kepada masyarakat, khususnya calon petani, komunitas lokal dan kelompok rentan,” kata Iqbal.
Jauh sebelum masuk nominasi DPD RI Awards 2026, Iqbal telah meraih sejumlah penghargaan atas kiprahnya di bidang usaha dan pertanian.
Pada 2022, ia mendapat penghargaan sebagai pelaku UMKM terbaik dari Pemerintah Kabupaten Kolaka. Kemudian pada 2024, ia meraih kepercayaan di tingkat nasional sebagai Young Ambassador Agriculture Kementerian Pertanian RI.
Kiprahnya berlanjut dengan mengembangkan konsep kebun hidroponik menjadi kawasan edukasi dan pelatihan pertanian. Melalui kawasan tersebut, Iqbal secara swadaya memberikan penyuluhan pertanian berbasis agroedukasi kepada masyarakat.
Ia juga aktif menjadi role model dalam pengembangan budidaya tanaman pangan dan hortikultura. Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian lokal, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar.
Menurut Iqbal, inovasi tersebut memang dirancang sebagai sarana untuk memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat sebelum mereka mengembangkannya menjadi kegiatan usaha.
“Inovasi ini sengaja kami buat agar bisa melakukan transfer keterampilan praktis kepada masyarakat sekitar, calon petani, komunitas lokal dan kelompok rentan agar mereka memiliki literasi dasar pertanian sebelum melanjutkan ke tingkat UMKM. Kegiatan rutin ini kami lakukan murni dari dorongan hati dan kecintaan kami kepada bidang pertanian,” imbuhnya.
Dari kegiatan edukasi dan pelatihan yang dilakukan, telah lahir dan berkembang sejumlah UMKM baru di bidang pertanian.
Iqbal berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dasar pertanian dan mampu mengembangkannya menjadi usaha mandiri.
“Kami ingin kegiatan ini terus berjalan dan memberikan dampak nyata. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dasar pertanian, kemudian mampu mengembangkannya menjadi kegiatan usaha dan UMKM yang mandiri,” ujarnya.
Upaya tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi generasi muda dalam mendukung pembangunan, terutama melalui penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan.
DPD RI Awards 2026 merupakan ajang penghargaan bagi individu maupun lembaga yang dinilai berjasa dalam pembangunan daerah. Salah satu kategori yang menjadi fokus pada penyelenggaraan tahun ini adalah Penggerak Desa Mandiri Pangan.








