
Kolaka, BuletinNews.com – Mengawali tahun 2026, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kolaka bersama PD Aisyiyah Kolaka menggelar silaturahim dan pengajian yang berlangsung di Gedung Serbaguna Aisyiyah Kolaka, Kamis (1/1/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Politeknik Kolaka Timur, Ustadz Abdul Mannang, sebagai penceramah.
Ketua PD Muhammadiyah Kolaka, Wardi, mengatakan bahwa pengajian dan silaturahim yang digelar pada awal tahun ini merupakan bagian dari program kerja rutin perserikatan yang dilaksanakan setiap bulan pada pekan pertama.
“Alhamdulillah, kita sangat bahagia karena hari ini, di awal tahun 2026, kita dapat kembali melaksanakan silaturahim dan pengajian bersama PD Aisyiyah Kolaka,” ujarnya.
Mantan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kolaka itu menegaskan bahwa dalam menjalankan roda organisasi dan perserikatan, diperlukan kesungguhan serta koordinasi yang baik antar kader dan warga Muhammadiyah. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan dan kemajuan organisasi.
Sementara itu, Direktur Politeknik Kolaka Timur, Ustadz Abdul Mannang, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya kepemimpinan dalam tubuh Perserikatan Muhammadiyah. Ia menyebutkan bahwa Muhammadiyah membutuhkan pemimpin yang mampu menghadapi status quo, memulai perubahan, merumuskan visi masa depan, serta menjadi inspirator bagi seluruh anggota organisasi.
Dalam menghidupkan organisasi, Mannang menyampaikan tiga amalan yang dapat mengangkat derajat seorang pemimpin, yakni shalat tahajud, shalat dhuha, dan shalat rawatib. Menurutnya, seorang pemimpin harus memulai dengan kesalehan pribadi dalam setiap aktivitasnya.
Ia juga menjelaskan konsep kepemimpinan profetik, yaitu kepemimpinan yang memiliki visi ideal berupa terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Misi ideal tersebut diwujudkan melalui penegakan tauhid yang murni berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, ketaatan pada norma organisasi, serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.
Selain itu, Mannang memaparkan sepuluh karakter Muhammadiyah yang harus dimiliki kader perserikatan, di antaranya beraqidah murni, berpaham Islam berkemajuan, ikhlas, jujur dan amanah, cerdas dan berilmu, moderat dan bijaksana, memiliki etos kerja tinggi, adil dan memuliakan manusia, berjiwa Al-Ma’un, gemar beramal dan berusaha, serta kuat dalam berorganisasi dan kebersamaan.












Komentar