
Banda Aceh, BuletinNews.com – Penelitian disertasi dosen Universitas Islam Aceh sekaligus alumni sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Sitti Fathir Rahmah, berhasil melahirkan inovasi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) berbasis digital. Produk ini dirancang untuk meningkatkan mutu layanan akademik perguruan tinggi serta memudahkan lulusan dalam memasuki dunia kerja.
SKPI digital tersebut merupakan dokumen pendamping ijazah yang memuat informasi komprehensif mengenai kompetensi lulusan, meliputi kemampuan utama, keterampilan khusus, pengalaman organisasi, prestasi akademik maupun nonakademik, serta aktivitas pendukung selama masa studi. Inovasi ini memungkinkan pengelolaan data kompetensi lulusan dilakukan secara terintegrasi, cepat, dan akurat.
Sitti Fathir Rahmah menjelaskan bahwa sebelum dikembangkan dalam bentuk digital, pengelolaan SKPI di sejumlah perguruan tinggi masih dilakukan secara manual dan terpisah. Kondisi ini kerap menyulitkan proses administrasi, pembaruan data, hingga akses lulusan terhadap dokumen kompetensinya, sehingga pemanfaatan SKPI sebagai instrumen pendukung kebutuhan dunia kerja belum optimal.
“Dengan SKPI berbasis digital, pengelolaan data menjadi lebih efisien dan mudah diakses. Lulusan tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh dokumen kompetensi yang dibutuhkan,” jelasnya.
Pengembangan SKPI digital ini merupakan hasil penelitian disertasi pada Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Penelitian tersebut menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan produk, implementasi, dan evaluasi.
Secara regulatif, penerbitan SKPI mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2014, serta diselaraskan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Dengan demikian, SKPI menjadi instrumen strategis dalam menjembatani kebutuhan perguruan tinggi dan dunia kerja.
Dalam proses pengembangannya, produk SKPI digital telah melalui serangkaian pengujian, mulai dari uji kelayakan oleh para ahli, uji kepraktisan untuk menilai kemudahan penggunaan, hingga uji keefektifan guna memastikan sistem dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan di perguruan tinggi.
Penelitian ini mendapat dukungan dari Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (KOPERTAIS) Wilayah V Aceh serta Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dukungan tersebut diberikan karena pengembangan SKPI digital dinilai sejalan dengan upaya peningkatan mutu perguruan tinggi dan daya saing lulusan.
Selain itu, inovasi ini juga dikaitkan dengan Qanun Pendidikan Aceh sebagai bagian dari strategi penguatan mutu pendidikan tinggi di daerah. Ke depan, Sitti Fathir Rahmah berharap SKPI digital dapat dimanfaatkan secara luas, tidak hanya di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga sebagai instrumen pendukung rekrutmen tenaga kerja di instansi pemerintah, lembaga keistimewaan Aceh, maupun sektor swasta.











Komentar