
Kolaka, BuletinNews.com – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kolaka memamerkan produk unggulan mereka dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Provinsi Sulawesi Tenggara di pelataran Hotel Sultan Raja Kolaka, Senin (04/05/2026).
Beragam produk lokal seperti olahan makanan, kue, abon ikan, hingga camilan kemasan modern dipajang menarik layaknya produk industri besar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari jamuan Gala Dinner yang dihadiri para peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Salah satu pelaku UMKM, Nurlaila, mengaku usahanya yang bergerak di produk olahan mete telah berkembang sejak 2016 dan kini mampu menembus pasar nasional seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Ia menyebutkan omzet usahanya rata-rata mencapai di atas Rp50 juta per bulan.
Meski demikian, ia mengakui masih menghadapi kendala dalam pemasaran, khususnya biaya distribusi ke luar daerah yang cukup tinggi. “Kami berharap pemerintah dapat membantu membuka akses pemasaran yang lebih luas, terutama di tingkat nasional,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pelaku UMKM lainnya, Harmala, produsen abon ikan tuna. Ia mengungkapkan penjualan produknya terus meningkat, dengan kapasitas produksi mencapai puluhan kilogram per minggu. Namun, ia berharap adanya dukungan lebih dalam hal promosi dan akses pasar, termasuk peluang masuk ke hotel, restoran, dan pusat oleh-oleh.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kolaka, Agus Pamus, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya melakukan pembinaan secara berkelanjutan, mulai dari pelatihan produksi, manajemen usaha, hingga fasilitasi legalitas seperti sertifikasi halal dan hak kekayaan intelektual.
“Kami juga mendorong penyediaan ruang khusus bagi produk UMKM agar lebih mudah diakses masyarakat, termasuk pengembangan gerai dan pusat oleh-oleh lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas UMKM tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan daya beli dan penerimaan pajak.









Komentar