
Kolaka, BuletinNews.com – Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kabupaten Kolaka kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pelayanan kesehatan. RSBG Kolaka berhasil menghadirkan empat tindakan operasi yang untuk pertama kalinya dilakukan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSBG Kolaka, H. Agus Suyanto, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan langkah besar dalam peningkatan layanan medis di daerah. Empat tindakan operasi tersebut memiliki tingkat kompleksitas tinggi dengan estimasi waktu operasi berkisar antara enam hingga sepuluh jam.
“Alhamdulillah, kami bisa menghadirkan empat tindakan operasi di RSBG Kolaka. Ini merupakan prestasi bagi Kabupaten Kolaka karena tindakan operasi ini pertama kali dilakukan di Sultra,” ujar Agus Suyanto, Senin (12/01/2026).
Empat prosedur operasi yang dimaksud antara lain gastrektomi, yaitu operasi pengangkatan lambung secara subtotal maupun total. Tindakan ini umumnya dilakukan pada pasien kanker lambung, perdarahan berat, atau komplikasi lambung lainnya.
Tindakan kedua adalah triple bypass, yakni pembuatan atau pengalihan tiga jalur aliran makanan dan empedu. Prosedur ini mencakup bypass lambung, bypass duodenum, serta bypass aliran empedu dan pankreas. Tujuannya untuk mengalihkan makanan langsung ke usus halus sekaligus mengurangi tekanan, refluks empedu, dan risiko komplikasi pascaoperasi.
Prosedur ketiga adalah Roux-en-Y, yaitu teknik rekonstruksi usus setelah pengangkatan lambung dengan cara menyambungkan esofagus ke jejunum hingga membentuk huruf Y. Teknik ini berfungsi mencegah refluks empedu ke esofagus dan tetap memungkinkan proses pencernaan berlangsung normal.
Sementara itu, tindakan keempat adalah prosedur Braun, berupa sambungan tambahan antara usus pembawa empedu dan usus pembawa makanan yang dibuat di bawah anastomosis utama. Prosedur ini bertujuan mengurangi refluks empedu, mual, muntah, dumping syndrome, serta memperlancar aliran empedu.

Dalam pelaksanaan keempat tindakan operasi tersebut, tim medis RSBG Kolaka menggunakan metode anestesi CEGA (Combined Epidural General Anesthesia) dengan persiapan perawatan pascaoperasi di ruang ICU.
Agus Suyanto menegaskan, hadirnya layanan operasi berteknologi tinggi ini membuat masyarakat Kolaka dan sekitarnya tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, seperti Kota Makassar. Bahkan, Rumah Sakit Bahteramas Kendari kini dapat merujuk pasien dengan kasus serupa ke RSBG Kolaka.
“Pencapaian ini tidak lepas dari arahan dan dukungan Bupati Kolaka yang memiliki kepedulian besar terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (*)











Komentar