
Kendari, BuletinNews.com – Sekitar 300 pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Komunitas Pengemudi dan Pengendara Berbasis Aplikasi (GARDA) Online Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Kota Kendari, Selasa (11/8/2026).
Dalam aksi tersebut, para pengemudi menyampaikan dua tuntutan utama, yakni evaluasi dan kenaikan tarif angkutan sewa khusus (ASK) serta penindakan terhadap dugaan praktik premanisme di kawasan Pelabuhan Kendari.
Massa aksi mendatangi Polda Sultra, Kantor Gubernur Sultra, hingga Gedung DPRD Sultra untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.
Koordinator aksi, Suaib, mengatakan tarif yang berlaku saat ini berdasarkan Keputusan Gubernur Sultra Nomor 177 Tahun 2023 dinilai tidak lagi sebanding dengan biaya operasional yang harus ditanggung pengemudi.
“Kami meminta pemerintah menetapkan tarif baru yang lebih adil dan manusiawi bagi driver,” ujar Suaib.
GARDA Online Sultra mengusulkan tarif batas bawah sebesar Rp6.000 per kilometer dan batas atas Rp10.000 per kilometer. Mereka juga meminta adanya penyesuaian tarif minimum untuk perjalanan dengan jarak 0 hingga 3 kilometer.
Menurut Suaib, evaluasi tarif memiliki dasar regulasi dan perlu segera dilakukan pemerintah. Para pengemudi meminta tarif baru dapat ditetapkan sebelum 17 Agustus 2026.
Selain persoalan tarif, massa juga menyoroti aspek keamanan bagi pengemudi saat mengambil maupun mengantar penumpang di kawasan Pelabuhan Kendari.
Mereka mendesak aparat kepolisian menindak tegas dugaan tindakan kriminal dan penganiayaan terhadap pengemudi transportasi berbasis aplikasi.
“Kami juga meminta aparat menindak tegas pelaku dan menghentikan aksi premanisme serta penguasaan area pelabuhan secara ilegal oleh oknum-oknum atau kelompok tertentu,” tegas Suaib.
Setelah menyampaikan tuntutan, ratusan pengemudi membubarkan diri. Mereka menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak mendapat tindak lanjut dari pihak terkait.
Penulis: Husni Mubarak








