
Kolaka, BuletinNews.com – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, meresmikan Nursery seluas 5 hektare yang terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka seluas 59 hektare, Sabtu (28/1/2026). Peresmian ini bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Kolaka ke-66.
Capaian tersebut menjadi tonggak strategis yang tidak hanya menandai pembangunan infrastruktur, tetapi juga simbol kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Nursery yang berlokasi di Kecamatan Tanggetada itu memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun. Bibit yang dikembangkan meliputi tanaman cepat tumbuh, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, serta tanaman hias.

Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa pembangunan pusat pembibitan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan.
“Pembangunan pusat pembibitan ini merupakan simbol keseriusan kami dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Menurut Bernardus, fasilitas pembibitan ini tidak hanya mendukung kegiatan reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang, tetapi juga dirancang sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi biodiversitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar serta masyarakat luas.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kolaka menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata PT Vale terhadap pembangunan daerah. Ia menilai kehadiran Nursery dan revitalisasi Pasar Sentral Mekongga menjadi simbol kuat sinergi pemerintah dan sektor usaha dalam membangun Kolaka yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Bernardus juga menambahkan bahwa investasi industri tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi harus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang nyata. Sebagai sumber daya yang tidak terbarukan, pengelolaan nikel memerlukan tanggung jawab jangka panjang.











Komentar