
Kolaka, BuletinNews.com – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar kegiatan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas Pomalaa dan Puskesmas Baula, Kabupaten Kolaka, Senin 30 Maret dan Selasa 31 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak di wilayah sekitar operasional perusahaan.
Penanggung Jawab Medis IGP Pomalaa PT Vale, dr. Fathurrahman, menjelaskan bahwa program pelayanan kesehatan anak melalui ESG KIA merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan akses layanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan langsung dari tenaga medis, termasuk dokter spesialis anak. Melalui layanan tersebut diharapkan dapat dilakukan deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan, gangguan pertumbuhan, hingga penyakit yang sering terjadi pada anak.
“Program ini juga diharapkan dapat memperkuat peran fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak di wilayah kerja Puskesmas Pomalaa,” ujar dr. Fathurrahman.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara PT Vale, tenaga kesehatan, serta pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kolaka. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Sementara itu, dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka, dr. Apriani Aridan, mengatakan program pelayanan kesehatan yang bekerja sama dengan PT Vale ini akan dilaksanakan melalui empat kali kunjungan di dua puskesmas, yakni Puskesmas Pomalaa dan Puskesmas Baula.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menghadirkan layanan dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membantu pencegahan stunting sejak dini. Penanganan stunting tidak cukup dengan satu kali pemeriksaan, tetapi membutuhkan pemantauan berkelanjutan terhadap status gizi dan kesehatan anak,” jelas dr. Apriani.

Ia menambahkan bahwa pemantauan rutin sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak sangat penting untuk mencegah terjadinya malnutrisi kronis yang dapat berdampak pada perkembangan kognitif anak di masa depan.
Di sisi lain, Kepala Puskesmas Baula, Hj. Sukmawati, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan PT Vale bukan kali pertama dilakukan, karena sebelumnya perusahaan juga terlibat dalam kegiatan posyandu.
Ia menilai kehadiran dokter spesialis secara langsung di puskesmas sangat membantu masyarakat karena layanan kesehatan menjadi lebih dekat dan mudah diakses.
“Hari ini kami menghadirkan sekitar 20 anak dengan kondisi berat badan kurang, berat badan tidak naik, serta yang memiliki infeksi sekunder untuk diperiksa lebih lanjut. Harapannya kegiatan seperti ini tidak berhenti di bulan ini saja, tetapi dapat berlanjut sehingga ada pemantauan lanjutan bagi anak-anak tersebut,” ujarnya.











Komentar