Peringati Hari Jadi ke 455, Pemkab Madiun Gelar Sunatan Massal

Madiun, BuletinNews.com – Menjelang Hari Jadinya yang ke-455 dan Hari Kesatuan Gerak PKK Kabupaten Madiun, Pemerintah Kabupaten Madiun menyelenggarakan khitanan massal yang dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban dan RSUD Dolopo yang diikuti 180 anak, Selasa (4/7/2023).

20240310_0703451903232499769021939.jpg
20240310_0703451903232499769021939.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg

Mengingat kegiatan dilaksanakan secara terpisah, Bupati Madiun H. Ahmad Dawami menghadiri khitanan massal di RSUD Caruban, sedangkan Wakil Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto di RSUD Dolopo.

Pada kesempatan ini, Bupati Madiun didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Penta Lianawati Ahmad. Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat, kegiatan diwarnai penyerahan bingkisan alat sholat, alat sekolah, dan uang saku kepada peserta khitan.

Dalam sambutannya, Bupati Madiun berpesan kepada orang tua peserta khitan untuk memperhatikan anaknya tentang ibadah dan sekolah pasca dikhitan.

“Ini awal bagaimana orang tua lebih perhatian kepada anaknya, tentang belajar dan ibadahnya. Karena kalau anak-anak ini sudah dikhitan, sholatnya beda dari sebelum khitan. Kalau sudah khitan, kesuciannya sudah terjamin,” jelas Bupati Madiun seraya menambahkan jika peserta khitan massal lebih diprioritaskan bagi mereka yang kurang mampu.

Kamudian Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing didampingi istri, Forkopimda, dan sejumlah pimpinan perangkat daerah meninjau pelaksanaan khitan. Rata-rata peserta khitan duduk di bangku kelas 4 dan 5 SD.

Sementara itu beberapa orang tua peserta khitan massal mengaku senang dan terbantu dengan kegiatan ini.

“Syukur alhamdulillah. Dengan adanya khitanan massal ini saya sangat terbantu. Apalagi saya mencari nafkah sendiri, rasanya cukup berat kalau khitan dengan biaya sendiri,” ujarnya Sumarsih, salah satu ibu peserta khitan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *