
Kolaka, BuletinNews.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan Puncak Alang-alang, Desa Longori, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (25/8/2026).
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.46 WITA dan menghanguskan lahan perkebunan milik warga. Total area yang terdampak mencapai 100 are atau sekitar satu hektare.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kolaka, lahan perkebunan milik Ibu Eti menjadi area terdampak paling luas, yakni sekitar 97 are. Lahan tersebut ditanami sejumlah komoditas, di antaranya cengkeh, lada dan pisang.
Sementara lahan perkebunan milik warga lainnya, Bapak Yakobus, turut terdampak dengan luas sekitar tiga are.
Mendapat laporan kebakaran, BPBD Kabupaten Kolaka bersama Babinsa langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Petugas berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area perkebunan maupun kawasan di sekitarnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.25 WITA.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kolaka, Muh. Haerul Efendy, mengatakan penanganan dilakukan dengan mengutamakan percepatan pemadaman untuk mencegah api meluas.
“Begitu laporan diterima, personel langsung melakukan penanganan bersama Babinsa. Kondisi di lapangan dipantau untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menjalar,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat yang berada di sekitar kawasan perkebunan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan berpotensi memicu kebakaran.
Menurutnya, lahan perkebunan yang ditumbuhi tanaman dan vegetasi kering dapat membuat api cepat merambat apabila tidak segera ditangani.
“Untuk mengantisipasi kejadian serupa, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api secara sembarangan. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sebelum meluas,” katanya.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Kolaka, cuaca ekstrem menjadi faktor yang dilaporkan berkaitan dengan terjadinya kebakaran.
Setelah api berhasil dipadamkan, kondisi di lokasi dilaporkan aman. Hingga laporan diterima, tidak terdapat kebutuhan mendesak yang perlu ditindaklanjuti.








