
Jakarta, BuletinNews.com – PT Vale Indonesia Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam pemulihan lingkungan pascatambang melalui berbagai inovasi reklamasi. Hingga Desember 2025, perusahaan mencatat sebanyak 50,23 persen dari total lahan terbuka telah berhasil direklamasi dengan luas mencapai 3.862,56 hektare.
Capaian tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam memastikan setiap area yang telah selesai ditambang tidak ditinggalkan, melainkan segera memasuki tahap rehabilitasi.
Presiden Direktur PT Vale, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa proses pemulihan lingkungan merupakan komitmen utama perusahaan dalam menjalankan operasional pertambangan berkelanjutan.
“Setiap area yang telah selesai ditambang langsung masuk ke tahap reklamasi dan rehabilitasi, bukan ditinggalkan,” ujarnya.
Dalam upaya mempercepat proses pemulihan, PT Vale mengembangkan inovasi bernama Green Breaker, yakni pemanfaatan sabut kelapa sebagai media tanam di area bekas tambang yang berbatu, termasuk di wilayah puncak batu yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Metode ini dinilai efektif karena mampu mempertahankan kontur alami tanah tanpa melalui proses peledakan (blasting) yang biasanya memerlukan waktu panjang. Selain itu, sabut kelapa memiliki keunggulan dalam menyimpan air, menyerap logam berat seperti nikel dan besi, serta mudah terurai secara alami di lingkungan.
Melalui inovasi tersebut, lahan bekas tambang yang sebelumnya sulit ditanami kini dapat direhabilitasi lebih cepat dan efisien, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.







Komentar