
Kolaka, BuletinNews.com – PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) memastikan sistem pengendalian dan pengelolaan air limpasan di area operasional tambang tetap berfungsi dengan baik meskipun terjadi hujan ekstrem di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka.
Senior Manager Mine Operation & Support sekaligus PJS Kepala Teknik Tambang (KTT) PT CNI, Chandra Sumarah, didampingi Manager Project Development & Mining Support Dhani Rosa, menjelaskan bahwa curah hujan dengan intensitas sangat tinggi terjadi pada Kamis malam (1/1/2026) mulai pukul 18.30 hingga 23.00 WITA.
“Walaupun terjadi cuaca ekstrem, sistem pengelolaan limpasan air hujan PT CNI tetap berfungsi dengan baik,” ujar Chandra, Jumat (2/1/2026). Ia juga menepis pemberitaan yang menyebut banjir diperparah oleh buangan air dari sediment pond PT CNI ke Sungai Polewalidi.
Berdasarkan data Stasiun Hujan CNI, curah hujan pada malam tersebut tercatat mencapai 154 milimeter selama 4,5 jam, atau rata-rata sekitar 35 milimeter per jam, yang merupakan intensitas tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Chandra, hujan dengan intensitas 10–50 milimeter per jam sudah termasuk kategori hujan lebat.
Curah hujan ekstrem tersebut mengakibatkan peningkatan debit air di seluruh area operasional CNI, termasuk daerah tangkapan air Sungai Lapaopao. Dampaknya, beberapa ruas jalan tambang di dalam area operasional mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan teknis segera.
“Kerusakan infrastruktur internal ini menjadi indikator kuat tingginya intensitas hujan yang terjadi, bukan hanya berdampak di luar area tambang, tetapi juga di dalam wilayah operasional perusahaan,” jelasnya.
Meski demikian, CNI memastikan seluruh sistem pengelolaan air seperti kolam pengendapan, jaringan drainase tambang, serta gorong-gorong yang dibangun oleh PU BPJN tetap berfungsi optimal. Hal ini dibuktikan dengan tidak terjadinya limpasan air ke Jalan Poros Kolaka, sehingga arus lalu lintas utama tetap aman dan berjalan normal.
Sementara itu, Sungai Lapaopao sempat meluap di beberapa titik permukiman warga Desa Lapaopao pada puncak hujan. Chandra menduga kondisi tersebut dipengaruhi oleh penyempitan badan sungai akibat aktivitas pemukiman di bantaran sungai serta adanya pendangkalan yang mengurangi kapasitas aliran air.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PT CNI langsung menurunkan satu unit excavator untuk membantu penanganan pendangkalan Sungai Lapaopao. Selain itu, dua unit water truck dikerahkan untuk membersihkan jalan desa yang terdampak endapan material pascahujan.
“Di sisi internal, perusahaan juga melakukan perbaikan bertahap terhadap ruas jalan tambang yang rusak akibat hujan ekstrem,” tambah Chandra.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT CNI, Alpi Cekdin, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan ketahanan infrastruktur, memperkuat sistem pengelolaan air, serta memperkuat mitigasi risiko bencana akibat cuaca ekstrem.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh elemen masyarakat atas masukan serta perhatian yang diberikan, seraya menegaskan pentingnya sinergi bersama dalam menjaga keselamatan, kelancaran aktivitas, dan keberlanjutan lingkungan di wilayah sekitar operasional perusahaan.









Komentar