
Kolaka, BuletinNews.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 3,4 mengguncang wilayah Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada Senin malam, 27 Juli 2026, pukul 20.21.01 WIB atau 21.21.01 WITA.
Informasi tersebut disampaikan Stasiun Geofisika Kendari melalui hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gempa berpusat di darat, tepatnya sekitar 45 kilometer tenggara Kota Kendari, pada koordinat 4,32 Lintang Selatan dan 122,71 Bujur Timur dengan kedalaman 5 kilometer.
BMKG menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Konawe Selatan.
Berdasarkan hasil pemodelan peta guncangan (ShakeMap) serta laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di Kecamatan Kolono, Kolono Timur, dan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan dengan intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, serta terasa seperti ada truk besar melintas.
Meski sempat menimbulkan kepanikan warga yang merasakan guncangan, hingga laporan dikeluarkan BMKG belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Hasil pemantauan BMKG hingga pukul 20.50 WIB mencatat satu kali gempa susulan (aftershock). Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Tenggara.




