
Kolut, BuletinNews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara memberikan klarifikasi resmi terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya kejadian pada malam pergantian Tahun Baru 2026 di lokasi pembangunan Puskesmas Latowu, Kecamatan Batu Putih.
Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Utara, Irham, S.KM., M.Kes, menegaskan bahwa lokasi yang dimaksud bukanlah fasilitas pelayanan kesehatan yang sedang beroperasi. Menurutnya, area tersebut merupakan halaman depan bangunan Puskesmas Latowu yang hingga kini masih dalam tahap pembangunan dan belum difungsikan.
“Perlu kami luruskan bahwa bangunan tersebut belum digunakan untuk pelayanan kesehatan. Aktivitas pelayanan kesehatan masyarakat Desa Latowu, Kecamatan Batu Putih, saat ini masih berjalan di puskesmas sementara,” ujar Irham, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, Puskesmas Latowu yang sedang dibangun tersebut juga belum berstatus sebagai puskesmas rawat inap. Selain itu, lokasi bangunan baru berada hampir berseberangan jalan dengan puskesmas sementara yang saat ini aktif melayani masyarakat. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan persepsi keliru, seolah-olah kejadian tersebut berlangsung di fasilitas kesehatan yang sedang beroperasi.
Meski demikian, Irham menegaskan bahwa kejadian tersebut tetap tidak dibenarkan, meskipun terjadi di area bangunan yang belum difungsikan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kami akan turun langsung besok, Jumat (2/1/2026), untuk mengecek lokasi dan meminta keterangan dari Kepala Puskesmas serta pihak pelaksana pembangunan. Kejadian tersebut terjadi tanpa sepengetahuan Dinas Kesehatan,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Kolaka Utara memastikan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan normal dan tidak terdampak oleh kejadian tersebut. Seluruh layanan kesehatan masih dilaksanakan di puskesmas sementara sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Kejadian ini menjadi perhatian kami. Dinas Kesehatan berkomitmen menjaga marwah fasilitas kesehatan serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkas Irham.











Komentar